Cilacap Terus Kejar Target Pajak Kendaraan Bermotor

CILACAP, KRJOGJA.com – Tingkat kesadaran masyarakat Cilacap dalam membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) cukup tinggi, karena pendapatan PKB itu sudah sesuai dengan target yang ditetapkan di Cilacap. Kendati demikian, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Propinsi Jawa Tengah terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar membayar pajak kendaraan dengan tepat waktu. 

"Syukur-syukur sebelum waktunya membayar sudah membayar," ujar Kepala Bappenda Propinsi Jawa Tengah Drs Tavip Supriyanto, disela sidak ke Cilacap, Kamis (05/09/2019).

Guna meningkatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor itu, pihaknya sudah secara rutin mengadakan razia dengan kepolisian setempat untuk menjaring para pelanggaran lalu lintas. "Kebetulan saat ini, ada Operasi Patuh yang diinstruksikan Korlantas seluruh Indonesia, sehingga Bappenda mengikuti kegiatan-kegiatan razia tersebut. Kami akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar membayar pajak kendaran dengan tepat waktu," lanjutnya.  

Dijelaskan, target pendapatan dari pajak kendaraan bermotor di wilayah Propinsi Jawa Tengah tahun 2019 mencapai Rp 4,5 trilyun atau setara setara 70 persen dari target.

Sampai bulan Agustus 2019, rata-rata pendapatan di seluruh Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Jawa Tengah sudah mencapai target. "Cuma memang untuk BBNKB atau bea balik nama kendaraan bermotor masih perlu upaya keras. Karena memang, kalau pajak BBNKB ini terkait dengan kondisi perekonomian," katanya.

Menurutnya, untuk meningkatkan pendapatan tersebut sangat tergantung pada bagaimana mensosialisasikan kesadaran masyarakat tentang BBNKB. "Saat ini realisasi pendapatan pajak kendaraan di Jawa Tengah mencapai 70 persen, sehingga kami optimis pada tri wulan terakhir bisa memenuhi target," tambahnya. 

Sedangkan Kasat Lantas Polres Cilacap mengatakan, pelaksanaan operasi Patuh Candi 2019 akan berlangsung selama delapan hari. Adapun pelaksanaannya di Cilacap terbagi menjadi di tiga wilayah, baik wilayah Barat di Majenang,  Cilacap Kota tersendiri dan wilayah Timur di Kroya maupun Sampang. 

"Pencapaian sampai dengan saat ini, berhasil menjaring sekitar 800 pelanggar,"katanya. 

Diantaranya, pelanggaran penggunaan helm paling tinggi dan seat belt. "Kemudian temuan pelanggaran yang  hasil kerjasama dengan Pemerintah Propinsi melalui Bappenda, pelanggaran kendaraan yang masa berlaku STNKnya habis," tambahnya. 

Sedangkan pelanggaran-pelanggaran yang sifatnya fatalitas kecelakaan lalulintas, melanggar rambu-rambu maupun menerobos arus lalu lintas sudah ditindaklanjuti dengan penindakan.(Otu)

BERITA REKOMENDASI