Dampak Berita Virus Corona Okupansi Hotel di Banyumas Menurun

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Dampak pemberitaan terduga virus corono di Banyumas dirasakan oleh sejumlah pemilik dan manajemen hotel khususnya hotel berbintang yang menyebabkan okupansi tamu yang menginap berkurang, dan menurunnya omset rumah makan.

“Akibat pemberitaan terduga virus corono sangat dirasakan oleh pengusaha hotel dan rumah makan, di Banyumas karena okupansi kunjungan tamu menurun. Bahkan banyak tamu yang sudah memesan kamar untuk berwisata banyak yang membatalkan. Kemudian omset rumah makan juga berkurang,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Banyumas Haris Subiyakto, Kamis (5/3/2020) malam kepada KRJogja.com.

Berkaiatan dengan kenyataan tersebut PHRI Banyumas mendesak instansi terkait seperti Dinas Pariwisata, Badan Keuangan Daerah, Satppol, Disnaker, Dinkes Kabupaten Banyumas untuk bersikap mencari solusi. “Kami anggota PHRI dan dinas terkait sudah berkumpul untuk membahas solusi apa yang ditempuh dan bagaimana cara mencegah virus corona,” tambah Haris.

Karena jika tidak ada solusi dan langkah antisipasi nantinya akan banyak yang dirugikan, seperti pendapatan restribusi hotel dan resturan akan berkurang, bahkan target Pemkab Banyumas Rp 51 miliar tahun 2020 bisa tidak tercapai. Kemudian berkurangnya tenaga kerja dampak menurunnya okupansi hotel, dan menurunnya omset restoran.

PHRI Banyumas juga sudah mengeluarkan perintah kepada manajemen hotel, rumah makan untuk menjaga kebersihan, menyiapkan cairan antiseptik dan memberikan edukasi kepada karyawan cara mencegah penularan virus corona dengan budaya bersih.(Dri)

BERITA REKOMENDASI