Demi Kemanusiaan, Industri Mengalah Soal Oksigen

Editor: KRjogja/Gus

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Selama tiga minggu terakhir, industri knalpot di Purbalingga nyaris lumpuh akibat kelangkaan oksigen. Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, zat tidak kasat mata itu lebih dibutuhkan oleh rumah sakit.

“Saya masih bisa memproduksi knalpot karena kebetulan punya stok oksigen. Tapi kawan-kawan saya banyak yang mengurangi bahkan menghentikan produksinya,” tutur Ito, pengusaha industri knalpot di Kembaran Kulon Purbalingga, Kamis siang (8/7/2021).

Ito menambahkan, dalam industri knalpot, oksigen diperlukan untuk pengelasan. Terutama bagi knalpot dengan bahan logam plat hitam. Pada saat yang sama, banyak rumah sakit yang kekurangan oksigen. Untuk memenuhinya, pihak rumah sakit terpaksa membeli oksigen untuk industri.

Senada, Muhajirin, pengusaha knalpot di Wirasana juga mengaku kesulitan mendapatkan oksigen untuk pengelasan knalpot.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Purbalingga Hanung Wikantono tidak menampik kemungkinan rumah sakit membeli oksigen industri untuk keperluan pasiennya. Prioritas oksigen industri dialihkan untuk kebutuhan rumah sakit disampaikan Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan.

Hanung menambahkan, di Jateng sudah terbentuk Satuan Tugas (Satgas) Oksigen. Setiap rumah sakit melaporkan secara berkala mengenai ketersediaan oksigen masing-masing melalui Sistem Informasi Rumah Sakit.

“Rumah sakit melapor setiap hari sebelum pukul 24. Bila kekurangan akan didrop. Hanya saja setiap pengirimannya hanya untuk kebutuhan seminggu,” ujar Hanung.

BERITA REKOMENDASI