Di Purbalingga, Jateng Dua Hari di Rumah Saja Hanya Sebatas Himbauan

Editor: KRjogja/Gus

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Pelaksanaan Gerakan Jateng Dua Hari di Rumah Saja bakal berlaku lembut di Purbalingga. Gerakan itu hanya bersifat himbauan, bukan suatu aturan atau perintah.

“Tidak ada sanksi bagi masyarakat yang tidak mengikuti gerakan itu” tutur Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), usai rapat kordinasi (Rakor) bersama Forkompinda, di ruang Peringgitan, Jumat petang (06/02/2021).

“Hasil rakor tadi masih sama (dengan surat edaran, red), cuma tadi sebagai sosialisasi saja, termasuk para camat untuk mensosialisasikan,” kata Tiwi, usai acara.

Gerakan tersebut akan dimulai pada Sabtu dini hari pukul 00.01 himgga Minggu malam pukul 24.00. sudah mulai diberlakukan di Purbalingga. Meliputi penutupan empat akses masuk kawasan perkotaan. Masing-masing di Desa Selabaya dan perempatan Kelurahan Kedungmenjangan di selatan, perempatan Sirongge di utara dan perempatan Karangsentul di barat.

Tidak hanya empat pintu masuk wilayah perkotaan yang akan ditutup. Pada perbatasan dengan wilayah kabupaten tetangga juga
akan didirikan pos penjagaan serta dilakukan rapid antigen bagi pengunjunga luar daerah.

“Kami sadar gerakan ini tentu menimbulkan gejolak di masyarakat. Tapi ini upaya mengatasi persebaran covid-19,” ujarnya.

Karenanya, Tiwi berharap besar dari kesadaran masyarakat. Kendati tidak ada sanksi denda atau sanksi khusus, masyarakat diimbau bisa mematuhi.

“Jadi mengacunya masih pada PPKM kemarin,” ujar Tiwi.

BERITA REKOMENDASI