Diajak ‘Main Belakang’, Puluhan Siswa Laporkan Kakak Pembina Pramuka

Editor: KRjogja/Gus

BANYUMAS, KRJOGJA.Com – Rk (32) pelatih Pramuka di salah satu SMP di Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Sabtu  (30/3/2019)  harus mendekam di sel tahanan Polres Banyumas. Ia ditahan lantaran sudah berbuat bejat dengan mencabuli puluhan anak didiknya yang masih kelas satu SMP.

Pelaku Rk yang diketahui warga Mrebet, Purbalingga itu, dibekuk setelah sejumlah siswa laki laki yang menjadi korban pencabulan melaporkan kepada orang tuanya yang kemudian dilaporkan ke pihak sekolah.

"Selanjutnya kasus perbuatan cabul oleh pihak sekolah dilaporkan ke Polsek Sumpiuh yang dilanjutkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Banyumas," kata Kasat Reskrim Polres Banyumas AKP Agung Yudiawan mewakili Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, Sabtu (30/3/2019) di Mapolres Banyumas.

Dijelaskan dari hasil pemeriksaan penyidik, pelaku sudah melakukan perbuatan cabul kepada anak didiknya sejak tahun 2016 hingga saat ini dengan korban sementara 11 siswa laki laki.

Perbuatan bejat itu terbongkar ketika salah satu siswa kelas satu melapor ke orang tuanya telah dicabuli oleh pelaku Rk pada Minggu (24/3/2019) lalu, di Sanggar Pramuka di sekolah setempat.

Pelaku Rk dimintai keterangan Kasat Reskrim AKP Agung Yudiawan. Foto:Driyanto 

Kasus itu oleh orang tua korban kemudian dilaporkan ke pihak sekolah. Sejumlah guru yang mendapat laporan itu, kemudian mengundang siswa yang ikut kegiatan pramuka dan diduga menjadi korban, diminta untuk membuat laporan tertulis. Dari laporan tertulis tersebut mereka mengakui sudah siawa yang menjadi korban kejahatan Rk, pelatih Pramuka.

Bahkan beberapa siswa mengaku sudah disodomi oleh pelaku. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sumpiuh yang diteruskan ke Satreskrim Polres Banyumas.

Modus operandi kejahatan pelaku, yakni mengajak para siswa mengikuti kegiatan Pramuka di malam hari di Sanggar Pramuka. Saat para siswa tidur didekati oleh pelaku, kemudian ia melakukan aksinya.

Kepada polisi yang memeriksa, pelaku yang masih bujangan itu, mengaku melakukan aksinya setelah sebelumnya menjadi korban pencabulan saat masih sekolah di taman kanak-kanak (TK).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku dijerat dengan pasal 82 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindingan anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara, dan maksimal 15 tahun penjara. (Dri)

 

BERITA REKOMENDASI