Diduga Peras Kades, Ketua GPNK Jawa Tengah Ditahan

“Tersangka dipersalahkan atas dugaan tindak pidana Pemerasan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan subsider pemerasan dengan ancaman penistaan atau ancaman membuka rahasia lebih subsider memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368 KUHP subsider 369 KUHP lebih subsider 335 KUHP, ” kata Kompol Berry.

Penetapan tersangka diputuskan sudah seminggu lalu setelah penyidik melakukan gelar perkara. Sedang pemeriksaan dilakukan dengan status tersangka pada Senin (17/5) hingga Selasa (18/5) dini hari. Untuk mengusut kasus dugaan pemerasan penyidik juga sudah memintai keterangan lebih dari 17 saksi dan menyita sejumlah alat bukti.

Kasus itu terungkap, setelah adanya laporan dari Kades Sibrama, Kecamatan Kemranjen, dan empat kades lainya yang menjadi korban pemerasan oleh tersangka. Dalam kasus dugaan pemerasan ini korban diduga mengalami kerugian Rp 375 juta.

Sedang modus operandi yang dilakukan tersangka dengan mencari masalah pertanggungjawaban keuangan kemudian menakut nakuti dan mengancam sejumlah korban berkaitan penyelenggaraan pemerintah untuk dilaporkan ke penegak hukum. (Dri)

BERITA REKOMENDASI