Dikecewakan DPP, 18 Pengurus DPC PPP Banjarnegara Mundur

Editor: Ary B Prass

BANJARNEGARA, KRJOGJA.comMerasa dikecewakan oleh DPP PPP, sebanyak 18 orang dari 25 pengurus harian DPC PPP Banjarnegara berikut 14 orang dari 20 Pengurus Anak Cabang (PAC) menyatakan mundur dari kepengurusan partai. Biang kekecewaan mereka adalah terbitnya Surat Keputusan (SK) DPP PPP tentang Susunan Pengurus Harian DPC PPP  periode 2021-2026 yang tak sesuai keputusan formatur Muscab.
Mereka menyatakan tidak akan mengambil langkah politik untuk persiapan Pemilu 2024 karena sudan non aktif. Pengunduran diri pada pengurus partai Kabah itu diumumkan oleh ketua formatur Nursadat, dalam jumpa pers di kantor DPC PPP Banjarnegara, Rabu 26 Januari 2022.
Didampingi ketua DPC terpilih Edy Purwanto dan ketua Steering Committee (SC) Indarto, Nursadat mengatakan, SK DPP PPP Nomor: 0343/SK/DPP/C/XII/2021 tanggal 13 Jumadilawal 1443 H/17 Desember 2021 tentang Pengesahan Susunan Kepengurusan DPC PPP Kabupaten Banjarnegara masa bhakti 2021-2026, banyak penyimpangan dan tak sesuai dengan AD/ART PPP.
“Ada nama-nama dalam SK DPP PPP tersebut tidak sesuai dengan hasil keputusan Formatur yang dibentuk berdasarkan hasil Muscab ke-8 PPP KabupatenBanjarnegara dan ada nama-nama yang dicoret. Padahal forum tersebut merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di PPP pada tingkat cabang,” kata Nursadat.
Nama dan jabatan yang berubah diantaranya, untuk posisi Sekretaris DPC diusulkan Supriyadi, namun dalam SK DPP tertulis Lilis Ujianti (anggota Fraksi PPP DPRD Banjarnegara) sebagai sekretaris. Sedangkan Supriyadi digeser menjadi wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK).
“Padahal, nama tersebut tidak memenuhi syarat sebagai sekretaris,” ujar Nursadat pula. Lilis belum pernah masuk pada jenjang kepengurusan PPP dan tidak terlibat dalam pencalonan pada Muscab ke-8 PPP pada 25 September 2021.
Kemudian, calon Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Indarto, digeser menjadi Majelis Pakar. Sedangkankan dua nama calon pengurus lainnya, Abdul Mufid dan Syamsul Maarif, dicoret dari kepengurusan. “Sebaliknya ada nama baru di luar usulan formatur muscab, atas nama Mohammad Samaun,SE.

BERITA REKOMENDASI