Diketahui Negatif, Pasien Covid-19 Gugat Rumah Sakit

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Merasa rugi material dan imaterial keluarga pasien Hanta Novianto (56), warga Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan yang meninggal dengan dugaan positif Covid-19, Senin (21/12/2020) mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Rumah Sakit Dadi Keluarga Purwokerto di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto.

Sebelumnya pasien Hanta Novianto meninggal setelah sehari dirawat di rumah sakit tersebut. Kemudian dinyatakan meninggal karena Covid, hingga pemakamanan juga memakai prosedur protokol kesehatan ini.

Dwi Amilono bersama Irawan SH, selaku kuasa hukum keluarga pasien usai mendaftarkan gugatan di PN Purwokerto menjelaskan klienya merasa dirugikan karena pihak rumah sakit diduga melakukan perbuatan melawan hukum karena saat menangani hingga meninggal dianggap sebagai pasein Covid-19. “Namun belakangan pihak rumah sakit mengakui hasilnya negatif dan pihak dinas kesehatan juga menyatakan sama, bukan Covid-19,” kata Dwi Amilono.

Menurutnya selain mendaftarkan gugatan perdata ke PN Purwokerto, pihaknya juga telah melaporkan ke Polresta Banyumas terkait dugaan tindak pidana murni. Hal itu dilakukan setelah surat somasi dua kali tidak ditanggapi serius pihak rumah sakit.

Dalam gugatan tersebut keluarga pasien mengajukan ganti rugi sekitar Rp 5 miliar. Irawan, menambahkan, karena diduga ada kelalaian saat menangani, sehingga pihak keluarga merasa dirugiakan.

Saat dinyatakan sebagai pasien Covid-19, istri pasien tidak boleh menunggui hingga dimakamkan tidak bisa bertemu lagi. Setelah meninggal, dari pihak rumah sakit dan pemerintah juga memakamkan dengan prosedur Covid-19.

Sedang dampak sosial yang dirasakan keluarga, dikucilkan dan akhirnya memilih pindah dari tempat tinggalnya. “Padahal belakangan setelah kami melacak dan meminta kepastian penyebab kematiannya, ternyata bukan terkena Covid-19, tapi sejak awal ditangani sudah dinyatakan sebagai pasien penyakit itu,” ungkapnya.

Dijelaskan pasien Hanta tersebut masuk ke rumah sakit tanggal 26 April, kemudian tanggal 28 April meninggal dunia. Pertengahan Oktober lalu, pihak keluarga minta kepastian bukti pernyataan sebagai pasein meninggal dunia karena Covid-19. Pihak rumah sakit mengeluarkan surat resmi, meninggal bukan karena Covid-19.

Dihubungi terpisah kuasa hukum Rumah Sakit Dadi Keluarga, Dody Prijo Sembodo, mengatakan, tuduhan yang diungkapkan pihak keluarga paisen melalui kuasa hukumnya, tidak benar. Menurutnya, saat pasien masuk sudah dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh dengan hasil kesimpulan sebagai status PDP dengan gejala berat.

“Selanjutnya tindakan medis pemulasaran jenazah pasien PDP juga sudah sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19,” jelasnya.

Terkait dengan gugatan tersebut ia menghormati langkah hukum yang diambil oleh keluarga pasien dan siap menghadapi dalam proses persidangan. (Dri)

BERITA REKOMENDASI