Dikuasai Perorangan, Tim Kejari Purwokerto Tinjau Aset Milik PDAM

Editor: KRjogja/Gus

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Pengusutan kepemilikan aset milik PDAM Banyumas yang dikuasi oleh perorangan, terus ditangani serius oleh penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Kejaksaan Negeri ( Kejari) Purwokerto.

Jumat (30/4/2021) Tim Penyidik Tipikor Kejari Purwokerto yang dipimpin Kasie Pidana Khusus (Pidsus) Nila Aldriani melakukan tinjauan lokasi aset PDAM di Desa Gandatapa, Sumbang, Banyumas.

Tim penyidik Tipikor Kejari Purwokerto didampingi dari pejabat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan PDAM Kabupaten Banyumas mengumpulkan informasi terkait, sejarah kepemilikan lahan, batas tanah, maupun informasi lain yang dibutuhkan untuk penyelidikan.

Saat ini penyidik Tipikor Kejari Purwokerto tengah mengusut dugaan penyimpangan terkait peralihan aset PDAM di desa tersebut yang menjadi milik perorangan. Bahkan dalam kepemilikan aset milik PDAM tersebut sudah terbit sertifikat tanah hak milik atas nama warga setempat.

Dalam pengusutan perkara, itu setidaknya sudah 20 saksi yang dimintai keterangan. Ke 20 saksi tersebut berasal anggota dewan, mantan pejabat di Kecamatan Sumbang, pegawai PDAM, perangkat desa, dan warga yang menguasai aset milik PDAM tersebut.

Direktur Teknik PDAM Banyumas, Wipi Supriyanto yang ikut pengecekan aset milik PDAM saat ditemui di lokasi mengungkapkan, pihaknya diminta untuk mendampingi kejaksaan.

Ia, menjelaskan aset tersebut diserahkan oleh Pemda pada tahun 1980 an. ” Pembangunan aset tersebut berasal dari dana APBN, lalu di kerjakan tim satker dari provinsi. Setelah itu diserahkan ke Pemda,” kata Wipi.

Air dari sumber tersebut dimanfaatkan untuk 500 pelanggan di wilayah Kecmatan Sumbang dengan debit air rata – rata satu liter per detik.

Dari pantuan KRJOGJA.com, tinjauan di lokasi dilakukan kurang lebih dua jam, mulai pukul 09.00 – hingga pukul 11.00 WIB. (Dri)

BERITA REKOMENDASI