Ditemukan Suspect Corona, Banyumas Minta Tambahan Alat VTM dan APD

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Setelah melakukan penyisiran di sejumlah rumah sakit di Banyas, Tim Publik Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Selasa (3/3/2020) menemukan pasien suspect corona.

“Terduga suspect corono seorang wanita berumur 44 tahun yang menjalani perawatan disalah satu rumah sakit swasta di Banyumas, sebelumnya datang dari Hongkong,” kata Bupati Banyumas Achmad Husein saat ditemui di rumah dinasnya.

Bupati menambahkan wanita yang terduga corona tersebut saat ini sudah diisolasi Rumah Sakit Umum Banyumas yang memiliki ruang isolasi, karena mengalami gejala flu.

Menurutnya pasien terduga corona tersebut ditemukan setelah tim PSC Dinkes Banyumas melakukan penyisiran ke sejumlah Puskesmas, dan rumah sakit yang ada di Banyumas untuk mendata pasien yang latar belakang berasal dari negara outbreak seperti Cina, Jepang, dan Hongkong dengan gejala flu, dan demam.

Achmad Husein menambahkan pasien yang terduga corona tersebut sebelumnya berada enam hari di rumah sakit swasta dengan gejala flu. Selanjutnya dirujuk ke RSU Banyumas yang memiliki ruang isolasi. Kemudian air liurnya sedang deteliti di laboratorium di Jakarta.

Berkait dengan antisipasi corona di Banyumas, Pemkab Banyumas melakukan langkah kordinasi dengan rumah sakit, Puskesmas, dan balai kesehatan untuk melakukan pendataan terutama jika ada pasien yang berasal dari negera outbreak.

Kemudian memasang baliho, dan menyebar leflet, untuk menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setiap saat. Karena 99 persen penularan lewat hidung yang berasal dari usapan tangan ke wajah.

Pemkab Banyumas lewat Dinkes juga menyiapkan alat virus transfer media (VTM) atau alat pembawa sampel liur yang akan diteliti dan alat pelindung diri (APD). “Pemkab Banyumas juga minta tambahan alat VTM dan APD ke Gubernur Jawa Tengah,” terang Achmad Husein.

Kemudian kepada pemilik atau menejemen apotik bupati meminta jangan menaikan harga masker setelah sejumlah masyarakat mendatangi apotik. ” Warga diminta jangan panik dan tidak usah memborong masker tapi lebih baik menjaga kebersihan,” pinta Husein.(Dri)

BERITA REKOMENDASI