Divonis 8 Tahun Penjara, Terdakwa Korupsi Bank Jateng Langsung Pingsan

Editor: Agus Sigit

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Terdakwa kasus korupsi Bank Jateng Cabang Purwokerto, Ikasti Olie Yulianti warga Purwosari, Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (26/7/2022) langsung pingsan, setelah mendengar vonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang.

Sidang yang digelar secara dalam jaringan (daring) dipimpin oleh majelis hakim Joko Satptono SH, MH dengan anggota Arkani SH, MHum, dan Margono SH, MH.

Dalam sidang tindak pidana korupsi merugikan negara Rp 1,9 miliar digelar secara daring itu menghadirkan dua terdakwa yakni Ikasti Olie Yulianti, warga Purwosari, Baturraden, Banyumas, dan Panca Bayu Patra warga Cilacap, yang berada di Rumah Tanahan (Rutan) Banyumas.

Untuk terdakwa terdakwa Ikasti Olie Yulianti divonis 8 tahun penjara, sedang Panca Bayu Putra divonis 5 tahun 6 bulan. Putusan majelis hakim itu sesuai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Enggar SH, Aris SH, dan Dili SH yakni 8 tahun penjara dan 5 tahun 6 bulan penjara.

Dalam putusan yang dibacakan majelis hakim menyatakan terdakwa Ikasti Olie Yulinta terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan penuntut umum, dengan menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 8 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan pidana denda sejumlah Rp. 400.000.000,- subsidair 3 bulan kurungan.

Selain itu majelis juga memerintahkan terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 1.952.014.335,- jika terpidana tidak membayar uang pengganti tersebut paling lama dalam waktu 1 bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Kemudian jika terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka terdakwa dipidana penjara panganti selama 2 tahun 6 bulan.

Sedang terdakwa Panca Bayu Putra majelis menjelaskan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan penuntut umum dengan menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan pidana denda sejumlah Rp. 400.000.000,- subsidair 3 bulan kurungan.

Kepala Kejari (Kajari) Purwokerto, Sunarwan SH, MHum saat dimintai tanggapan dengan putusan majelis hakim sesuai tuntutan mengatakan masih pikir pikir. “Kita diberi waktu tujuh hari dan masih pikir- pikir,” kata Sunarwan.

Kasus korupsi Bank Jateng Cabang Purwokerto itu terungkap berawal penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejari Purwokerto, Jawa Tengah, melakukan penyidikan

Sedang yang modus dilakukan kedua terdakwa dengan memalsukan cessie atau dokumen palsu untuk mencairkan uang. Kasus itu terjadi saat kedua terdakwa menjadi komisaris utama dan pegawai kontraktor PT PJM Cilacap. (Dri)

 

 

BERITA REKOMENDASI