DPRD Banyumas Siapkan Payung Hukum Penyalahgunaan Saluran Irigasi

Editor: KRjogja/Gus

PURWOKERTO, KRJogja.com – DPRD Banyumas menyiapkan payung hukum mengantisipasi penyalahgunaan saluran irigasi lahan pertanian untuk pembangunan perumahan dan alih fungsi penggunaan air irigasi.

Kuntoro, anggota Pansus Irigasi DPRD Banyumas, Kamis (17/12/2020) mengatakan, kasus pelanggaran penggunaan irigasi di Banyumas paling banyak dilakukan oleh pengembang perumahan, kemudian kegiatan usaha dan bangunan di atas saluran irigasi.

“Kasusnya saat ada perumahan dimana masuk zonasi kuning, saluran irigasi yang melintas banyak dialihkan, bahkan ada yang ditutup atau dibuat lebih sempit. Padahal irigasi ini fungsinya untuk memperlancar aliran air ke lahan pertanian,” kata wakil rakyat dari PPP ini.

Menurutnya saat musim hujan, seperti sekarang banyak saluran irigasi yang menyempit atau tertutup, sehingga tidak mampu menampung debet air yang besar. Dampaknya, terjadi banjir maupuan luapan air masuk ke perumahan maupun perkampungan.

Untuk itu, pemanfaatan air harus diatur secara jelas. Kuntoro mencontohkan, misalnya tidak boleh digunakan untuk air kolam, termasuk untuk usaha cucian kendaraan maupun usaha lain. ” Bunyi di perdanya kan sudah jelas, untuk kepentingan pengairan pertanian,” ungkapbnya.

BERITA REKOMENDASI