Drama Kolosal Jenderal Soedirman Memukau

Editor: KRjogja/Gus

DUA bunyi ledakan terdengar keras diikuti rumah-rumah yang hancur dan warga berlarian. Di belakang warga yang berhamburan, sekelompok tentara bersenjata dan naik kendaraan mengejar dan menganiaya warga.

Sesaat kemudian, puluhan pasukan bersenjata datang mengusir tentara yang menganiaya warga. Bersama pasukan yang baru datang, sesosok laki-laki yang duduk di atas tandu dengan gagah memberikan komando.

Adegan itu hanya sebuah drama kolosal di lapangan rumput Stadion Goentoer Darjono Purbalingga, Selasa pagi (4/2/2020). Dua ledakan dan tentara yang datang menggambarkan agresi militer Belanda. Disusul kedatangan pasukan gerilyawan Indonesia yang dipimpin Jenderal Soedirman.

"Drama kolosal tentang perjuangan Jenderal Soedirman ini menutup rangkaian kegiatan Festival Panglima Besar Jenderal Soedirman," tutur Komandan Kodim 0702 Purbalingga, Letkol  Yudhi Novrizal, Selasa siang (4/2/2020).

Drama kolosal diperankan oleh 300 personel. Terdiri dari 200 siswa SMKN 1 Kaligondang, 25 siswa SMK WYN Bukateja, 10 anggota Aeromodeling Club, 5 personel dari  American Jeep. Ditambah 50 personel Kodim 0702 Purbalingga, 5 prajurit Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU JB Soedirman dan 5 personel Polres Purbalingga.

"Latihan pementasan drama kolosal itu hanya dilakukan empat kali. Disutradarai tiga orang. Yakni 
Pelda Waluyo dari Kodim,  Ratna Palupi dari SMK Kaligondang dan saya sendiri," tutur Sertu Satria Ferry Sonaria, Kasi Penerangan Kodim Purbalingga.

Serda Eko Waluyo dari Koramil Mrebet berhasil membawakan karakter Jenderal Soedirman dengan apik. Pemahamannya tentang seni peran diperolehnya sejak masih duduk di SMP.

Dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan  Daerah (Forkompimda) Purbalingga dan ribuan warga, kegiatan itu ditutup dengan pengajian dan tausiyah oleh Habib Muhammad Lutfi Yahya dari Pekalongan.  (Toto Rusmanto)

 

BERITA REKOMENDASI