Dukung KPK Usut Korupsi, Mantan Pejabat dan Mantan Kades Doa Bersama

Editor: Agus Sigit

BANJARNEGARA, KRJOGJA.com – Sebagai bentuk dukungan kepada KPK mengusut kasus korupsi, mantan pejabat Pemkab Banjarnegara bersama puluhan mantan Kepala Desa yang tergabung dalam Masyarakat Banjarnegara Peduli (MBP) dan tokoh masyarakat Banjarnegara menggelar doa bersama di Alun-Alun depan mesjid Agung.

Aksi tersebut dilakukan menyusul penetapan KPK terhadap Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebagai tersangka kasus korupsi Rp 2,1 miliar. Doa bersama dilanjutkan menyantap makanan khas rakyat berupa nasi jagung dan tiwul berlauk ikan asin, buntil, sambal dan petai serta oseng-oseng.

Perwakilan MBP, Imam Purwadi mengatakan, doa dan makan bersama sebagai wujud dukungan kepada KPK. “Sekarang sudah ada penetapan tersangka dalam kasus pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPUR 2017-2018. Kami mengajak masyarakat untuk menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada KPK,” kata mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Banjarnegara itu.

Catatan KRJOGJA.com, Imam Purwadi pernah menolak dilantik oleh Bupati Budhi Sarwono menduduki jabatan baru sebagai Sekretaris Dinas Permukiman Penduduk dan Lingkungan Hidup pada 2 Januari 2019. Ia merasa didzolimi, karena diturunkan eselonnya dari II-b ke III-a dan bukan lagi menjadi pejabat tinggi pratama namun menjadi pejabat administrasi.

Imam kemudian mengajukan surat penolakan dengan mengacu UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan aturan turunannya yang antara lain menyebutkan, ketika ASN sudah menduduki jabatan tinggi pratama (Kepala dinas), tidak boleh diturunkan kecuali melakukan pelanggaran. Belakangan, ia memilih pensiun.

Saat diwawancarai media, Imam mengkritik kepemimpinan Budhi Sarwono yang dinilainya arogan. Namun ia memahami, manusia tak ada yang sempurna. “Fokus pembangunan hanya infrastruktur jalan. Padahal seharusnya ada keseimbangan dengan sektor lain,” katanya.

Menurut Imam, masalah tadi bisa menjadi kaca benggala. “Untuk pemimpin Banjarnegara ke depan bisa ada keseimbangan. Jangan hanya fokus pada infrastruktur, namun juga sektor lain seperti pendidikan, pariwisata dan sebagainya,” ujarnya pula. Hal senada diungkapkan mantan Kades Mantrianom Kecamatan Bawang, Syamsul Maarif. (Mad)

 

BERITA REKOMENDASI