Dukung Tercapainya Target Upsus Pajale Kabupaten Cilacap

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang, Ir Ali Rachman MSi senantiasa terlibat aktif dalam setiap koordinasi strategi pencapaian target upsus (upaya khusus) luas tambah tanam (LTT) padi jagung kedele (pajale). Pada Rabu (28/08/2018) Ali Rachman penanggungjawab Upsus Pajale kabupaten Cilacap mendampingi Direktur Jenderal Hortikultura Dr Suwandi selaku penanggungjawab UPSUS PAJALE Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan ini untuk Koordinasi Antisipasi Kekeringan Mendukung Tercapainya Target Upsus Pajale Kabupaten Cilacap, di desa Mulyodadi Kecamatan Majenang. Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Supriyanto SP MP menyampaikan sebagian wilayah di Kabupaten Cilacap mengalami kekeringan sehingga perlu diantisipasi dengan strategi-strategi sesuai yang telah direncanakan.

"Tambahan bantuan pompa air sebanyak 16 unit telah diterima di bulan agustus 2018 dan siap didistribusikan kepada kelompok tani pengusul," kata Supriyanto.

Ditambahkan, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap siap mensukseskan Program Swasembada Pangan Nasional. Dr Suwandi Dirjen Hortikultura dalam arahannya menyampaikan luas tambah tanam bisa dilaksanakan di lahan sawah dan lahan tegalan.

Untuk percepatan luas tambah tanam padi sawah bisa dilakukan dengan sistem sebar pethuk. Sebelum panen para petani sudah menyiapkan benih sehingga setelah panen bisa langsung olah tanah dan tanam. Selain itu, penggunaan benih kualitas bagus, kontrol kandungan organik tanah sesuai syarat tumbuh padi, jarak tanam dirapatkan jml rumpun per lubang tanam ditambah 10% – 15% serta dengan cara mereplikasi teknologi atau uji produk dari kabupaten lain yang sudah berhasil.

Misalnya penggunaan pupuk ramah lingkungan dan anti wereng extragen untuk padi sawah  1 ha cukup butuh 4 liter sampai dengan panen. Dengan harga dengan harga Rp150 ribu/liter maka satu musim tanam cukup butuh Rp. 600 ribu untuk pupuknya.

Target LTT padi pada musim kemarau, bisa dicapai dengan pemanfaatan secara intensif pada lahan kering/ladang/tadah hujan dengan padi gogo dengan sistem Tanam Benih Langsung (TABELA). "Hal ini sekaligus mendukung strategi Kementerian Pertanian yaitu penanaman padi di lahan kering seluas 1 juta hektar untuk menjaga produktivitas padi nasional," jelasnya.

Sedang Ali Rachman memberikan motivasi kepada para petani, bahwa dengan kerja keras dan semangat petani didasari rasa syukur atas karuniaNYA, maka segala hambatan akan bisa teratasi. "Target LTT Pajale periode April September 2018 bisa tercapai dengan sinergitas berbagai pihak antara lain Dinas Pertanian, TNI, POLRI dan Perguruan Tinggi, " tambah Ali. (*)

BERITA REKOMENDASI