Eksekusi Mati di Nusakambangan Tak Lagi Gunakan Ruang Terbuka

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Eksekusi narapidana hukuman mati di Pulau Nusakambangan Cilacap tidak lagi menggunakan ruang terbuka atau lapangan tembak, namun akan dilakukan di ruang tertutup di dalam komplek Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karanganyar, menyusul diresmikannya lapas super maksimum sekuriti itu.

"Lapas yang peruntukan napi high risk itu sudah berteknologi tinggi, jadi sudah bisa digunakan pula untuk mengeksekusi terpidana mati," ujar Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia (Menhukham) Yasonna H Laoly disela peresmian Lapas Karanganyar, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Rumah susun dan rumas khusus pegawai di Nusakambangan, Kamis (22/08/2019).

Selama ini untuk mengeksekusi terpidana mati, baik kasus narkoba maupun terorisme menggunakan lapangan tembak terbuka. Diantaranya, tempat eksekusi mati lembah Nirbaya di daerah atas Nusakambangan dan Lapangan Tembak belakang Pos Polisi di daerah Limus Buntu.

Menurutnya keberadaan Lapas Karanganyar dan Bapas membuat Nusakambangan memenuhi syarat menjadi wilayah khusus. Karena di pulau penjara itu segala tingkatan pembinaan narapidana sudah lengkap dari supermaksimum sekuriti hingga minimum sekuriti.

Lapas Supermaksimum sekuriti ada di Lapas Batu, Pasir Putih dan Karanganyar. Sedang lapas maksimum sekuriti ada di Lapas Besi dan Narkotika, kemudian lapas medium sekuriti ada di Lapas Permisan dan Kembang Kuning. "Untuk lapas minimum sekuriti yakni Lapas Terbuka dan Bapas," tambahnya.

Sehingga bila ada napi yang dibina di Nusakambangan berkurang risikonya, maka akan segera dipindah ke lapas sesuai kelasnya. "Jadinya misalnya dari napi di lapas super maksimum sekuriti sudah berkurang risikonya, maka segera dipindahkan ke maksimum sekuriti," lanjutnya.

Begitu pula yang di maksimum sekuriti berkurang risikonya maka dipindahkan ke lapas medium sekuriti dan selanjutnya ke minimum sekuriti. Disisi lain, terkait sarana kesehatan di Nusakambangan sudah ada poliklinik, kendati belum sesuai dengan yang diharapkan.

Sedang untuk menjamin kenyamanan karyawan Nusakambangan dalam kini telah dibangun dan diresmikan penggunaannya, yakni rumah susun khusus (Rusun untuk pegawai yang sudah berkeluarga) dan rumah susun untuk pegawai lajang. (Otu)

BERITA REKOMENDASI