Ekspor Gula Semut Banyumas Meningkat

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Di tengah pendemi Covid-19 ekspor gula semut atau kristal yang terbuat nira kelapa asal Banyumas justru malah meningkat tajam. Diharapkan pada tahun 2021permintaan ekspor akan lebih meningkat.

“Pada tahun 2019 kami mengekspor sebanyak 116 ton dan pada tahun 2020 ekspor meningkat menjadi 305 ton,” kata Direktur CV Putra Sejati, Fatih pada pelepasan ekspor perdana ke Amerika di Desa Kebanggan Sumbang Banyumas, Sabtu (24/10/2020).

Menurutnya ekspor sebanyak itu ke negara negara Eropa dan Timur Tengah, dan pada hari Jumat (23/10/2020) kemarin ada permintaan ekspor perdana ke Amerika sebanyak 24 ton gula kristal dengan standar internasioal. Kepastian market meningkat tersebut dengan adanya standar internasional, Fatih menambahkan pihaknya sudah bermitra dengan 180 petani gula kelapa yang tersebar di Banyumas.

Bupati Banyumas Achmad Husein, yang hadir pada acara pelepasan ekspor gula kristal standar internasional ke Amerika di Desa Kebanggan Sumbang Banyumas mengatakan ekspor naik maka akan meningkatkan penghasilan petani. Sehingga harga gula kristal di petani meningkat menjadi Rp 19 ribu/kg.

“Saya minta pengekspor untuk lebih mengakomodir petani gula kelapa di Banyumas. Kalau ada kendala petani untuk kordinasi dengan pemerintah,” pinta Achmad Husein.

Bupati juga meminta keberlangsungan ekspor untuk dijaga terus menerus dan produsen konskeuen, tepat janji, tepat waktu serta jaga kualitas. Di Banyumas sendiri tanaman pohon kelapa dari sebanyak 2,7 pohon baru 800 ribu yangdimaksimalkan untuk pembuatan gula kelapa kristal. (Dri)

BERITA REKOMENDASI