Empat Desa di Majenang Cilacap Tergenangi Banjir

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Sebanyak  4 desa di wilayah  Kecamatan Majenang, Cilacap, tergenangi banjir dengan setinggi  sekitar 75 centimeter, akibat jebol atau dadalnya tanggul Sungai Cikawung.  Banjir tersebut tidak hanya menggenangi pemukiman penduduk di Desa Padangsari, Mulyasari, Mulyadadi  dan Pahonjean namun menggenangi lahan pertanian seluas 265 hektar.

“Kondisi sekarang banjir telah surut,  namun demikian jika curah hujan di daerah Cimanggu atau hulu anak Sungai Cikawung, tinggi lagi, keempat desa itu terancam banjir lagi,” ujar Camat Majenang Iskandar,  Rabu (17/11/2021).

Dijelaskan, tanggul Sungai Cikawung yang jebol itu berada di wilayah Desa Karangreja Kecamatan Cimanggu. Namun karena permukaan tanah pada empat desa di Kecamatan Majenang lebih rendah, sehingga  air limpasan aliran sungai  dari Cimanggu itu mengalir ke Majenang.

“Sebenarnya tanggul sungai yang jebol itu sudah terjadi sejak tahun 2018, namun hingga sekarang belum diperbaiki,”lanjutnya. Dikatakan Iskandar, permasalahan sulitnya lokasi untuk bisa dijangkau alat berat, menjadi kesulitan sendiri  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Citanduy untuk memperbaikinya. Sehingga, dalam tiga tahun tersebut setiap musim hujan, empat desa di Kecamatan Majenang banjir. “Kami memang sangat berharap tanggul yang jebol segera diperbaiki, sehingga wikayah kami terbebas banjir,” lanjutnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Cilacap Wijonardi, banjir yang terjadi di empat desa Kecamatan Majenang tersebut menggenangi puluhan warga dan ratusan lahan pertanian. Akibat banjir itu, jumlah 7 KK warga Dusun Rejasari mengungsi di Masjid Attuko. Namun karena banjir telah surut, sehingga warga yang mengungsi kembali rumah masing-masing.

Terkait bencana banjir itu, BPBD telah mengingatkan agar warga yang bermukim di wilayah rawan bencana untuk waspada. Apalagi BMKG terus memberikan peringatan dini tentang cuaca ekstrem di Jawa Tengah, khususnya wikayah Selatan. (Otu)

BERITA REKOMENDASI