Empat Korban Tewas Dihantam Dongkrak dan Elpisi 3 Kg

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Empat tersangka pembunuhan yang masih satu keluarga melakukan prarekonstruksi yang digelar Satuan Reserse Kriminal Polres Banyumas di lokasi kejadian di sekitar rumah Misem (76) di Desa Pasinggangan, Kecamatan dan Kabupaten Banyumas, Rabu (28/08/2019). Prarekontruksi digelar untuk mengetahui peran masing masing pelaku secara beruntut dan untuk mengetahui siapa pelaku utama dan yang membantu.

Dalam adegan prarekontruksi ada 107 adegan dari awal rencana melakukan pembunuhahan terhadap empat korban yang masih berhubungan darah hingga penguburan di halamaman belakang rumah Misem. Gelar prarekontruksi menarik perhatian warga setempat, ratusan warga yang menonton sempat mencaci maki dan meneriaki keempat tersangka yang tega dengan sadis membunuh pakde, paman, dan saudara sepupunya.

Kepala Unit (Kanit) III Satreskrim Polres Banyumas Ipda Rizky Adhiansah Wicaksono yang memimpin prarekontruksi menjelaskan tujuan digelarnya prarekontruksi untuk meyakinkan  penyidik terkait dengan pasal yang disangkakan, kemudian untuk mengetahui peran dari masing masing keempat tersangka."Penyidik juga ingin mengetahui siapa yang menjadi tersangka utama, siapa yang turut membantu, dan siapakah yang menghilangkan barang buktinya," kata Rizky Adhiansah Wicaksono.

Dari hasil prarekonstruksi tersebut, dari empat tersangkat yang sudah ditetapkan  pelaku pembunuhan ada tiga orang yakni Irfan, Putra dan Saminah sedangkan Saniah membantu menjual sepeda motor laptop milik korban. Dari pantauan di lokasi digelarnya prarekonstruksi, diperagaan sejumlah adegan yang diperagakan tersangka Irfan, Putra, dan Saminah di rumah Saminah di luar rumah dan dalam rumah Misem.

Seperti dari perencaaan pembunuhan di rumah Saminah yang berjarak tiga meter dari rumah Misem menyiapkan alat untuk memukul dan melakukan eksekusi membunuh keempat satu persatu di ruang tengah rumah Misem. Setelah dibunuh satu persatu oleh Irfan dan Putra, jenasah korban diseret dikumpulkan jadi satu di kamar belakang.

Setelah keempat korban meninggal yang terdiri pakde, paman dan sepupu itu kedua eksekutor yakni Supratno (usia saat dibunuh 51 tahun) yang merupakan anak pertama Misem, Sugiono (46) anak kedua Misem, Heri (41) anak kelima Misem, dan Vivin (21) anak dari Supratno selanjutnya menyiapkan lubang untuk mengubur para korban di belakang rumah itu hingga proses penguburan. Aksi pembunuhan yang terjadi pada tanggal 9 Oktober 2014 dengan motif rebutan harta dan dendam itu baru terungkap setelah kerangka keempat korban ditemukan pada tanggal 24 Agustus 2019 lalu. (Dri)

BERITA REKOMENDASI