Empat Lansia Sakit dalam Satu Rumah

PEMANDANGAN miris bisa terlihat di keluarga miskin RT 03/RW 01 Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojati, Banyumas. Di rumah itu, satu kepala rumah tangga, Rasiman (58), di tengah keterbatasan ekonominya, setiap hari harus merawat empat lansia sesaudara dalam kondisi sakit semua. Mereka adalah mertua bernama Wanudi, ibu kandungnya Kursini, budenya Sukini, dan anak tiri budenya, Yatmi..

Rasiman bersama istri, Ratiwen, jadi selalu berbagi tugas. Setiap hari memasak, membuatkan lauk pauk,dan segala keperluan 4 lansia tersebut, termasuk melayani kebutuhan MCK berempat. Yang lebih memprihatikan, khusus untuk 'pasien' Sukini, Kursini, dan Yatmi menempati rumah Sukini berhimpitan dengan rumah Rasiman, kondisinya amat tidak sehat. Rumah separo permanen itu keadaannya reyot alias tidak layak huni. 

"Setiap hari kami menyiapkan makanan untuk mereka tiga kali sehari. Juga keperluan lainnya seperti mandi, buang air kecil, buang air besar kami urus satu per satu,” jelas Ratiwen (55), istri Rasiman, Selasa (16/8).

Rasiman sendiri, jika pagi sampai siang sudah harus keluar rumah, ngarit cari rumput untuk pakan 4 kambing miliknya. Selain itu, untuk menambah penghasilan keluarga, Rasiman harus nderes, cari air nira puluhan pohon kelapa untuk dibikin gula kelapa dengan sistem bagi hasil dengan pemilik pohon. Sudah 2 tahun keluarga Rasiman menderita, menjalani hidup dengan merawat 4 lansia. 
"Penghasilan menderes suami saya rata-rata perhari Rp 30 ribu, makan kami masak seadanya. Terkadang juga anak saya yang sudah berkeluarga di Kebumen ngasih sedikit rejeki atau para tetangga yang peduli untuk membantu kami makan," ujar Ratiwen.

Makin menderita dan sedih dirasakan keluarga papa tersebut, ketika beberapa hari lalu anak keduanya meninggal dunia akibat kecelakaan di Indramayu, Jabar. “Waktu mudik Lebaran kemarin dari Jakarta anak kedua saya naik sepeda motor terlibat kecelakaan dan meninggal dunia di Indramayu” jelas Ratiwen tetap sabar.

Kades Kaliwangi, Rochman tidak tinggal diam atas keadaan yang dialami keluarga Rasiman. “Kami sudah membuatkan kartu BPJS untuk Wanudi yang berkali-kali dirawat di rumah sakit, lalu Kursini sudah kami upayakan menerima bantuan dari Bazda perbulan Rp 100 ribu, lalu Sukini ini seorang pensiunan sehingga tak bisa dapat bantuan dan Yatmi ini bukan warga Desa Kaliwangi. Tapi toh nantinya dalam apbdes 2016/2017 insyaallah akan kami alokasikan dana bansos untuk mereka,” jelasnya.

Kadus 1 Desa Kaliwangi, Mubaedi, menambahkan, rumah Sukini sebenarnya sudah pernah mendapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yakni program bedah rumah bantuan pemerintah beberapa tahun yang lalu, dan hingga kini belum mendapat bantuan RTLH lagi. (Ero)

BERITA REKOMENDASI