Gelombang Tinggi Hempas Perahu, 2 Nelayan Tewas 1 Hilang

Editor: KRjogja/Gus

CILACAP, KRJOGJA.com – Diduga mengalami kecelakaan laut dihempas gelombang tinggi, perahu jenis jukung fibreglass "Geger 01" milik nelayan Menganti, Kesugihan, Cilacap, terdampar di Pantai Cemara Sewu, Bunton, Adipala, Cilacap, Sabtu (23/11/2019) dini hari. Sedang dari tiga awak perahu tersebut dua nelayan ditemukan meninggal dunia dan seorang lainnya masih dalam pencarian.

"Dua korban meninggal terdiri Solihin dan Sutimin alias kribo yang jenazahnya ditemukan pukul 02.00, pada posisi sekitar 300 meter arah timur dari lokasi terdamparnya perahu jukung itu," ujar Koordinator Pos Basarnas Cilacap Mul Wahyono. Kedua jenazah nelayan itu telah dikirim ke RSUD Cilacap untuk divisum." Sedang awak perahu lainnya,

Satimin warga Jl Lunjar RT 04 /12, Menganti, Kesugihan masih dalam pencarian, "lanjutnya.
Ketua SAR Pandanaran Cilacap, Tarmuji mengatakan, perahu jukung Geger 01, berangkat melaut pada Jumat, sekitar pukul 16.00.  "Biasanya korban itu tidak jauh melautnya, karena menangkap ikan jenis Baleng," ujarnya.

Dijelaskan, ikan Baleng biasanya berada di daerah tepian dan bergelombang, sehingga ada kemungkinan sore itu perahu korban  mengalami naas, terhempas gelombang tinggi.

"Pada sekitar pukul 19.30, nelayan Bunton kaget menemukan perahu jukung Geger 01 beserta mesinnya terdampar di pantai Cemara Sewu, sehingga penemuan perahu itu dilaporkan ke aparat setempat dan Polsek Adipala. Dari informasi nelayan Menganti, jika perahu jukung itu milik nelayan Menganti yang tengah melaut, sehingga malam itu, langsung dilakukan pencarian terhadap awak perahu oleh tim SAR gabungan.

"Dari upaya pencarian itu, baru menemukan dua awak perahu dalam keadaan meninggal tergeletak di tepi pantai," lanjutnya. Menurutnya, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. (Otu)

 

 

BERITA REKOMENDASI