Gua Lawa Panusupan, Potensi Wisata Baru Banyumas

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS (KRjogja.com) – Kembali Kabupaten Banyumas menemukan potensi wisata baru. Kali ini adalah wisata alam goa. Karena gua tersebut ada di Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok maka masyarakat menyebutnya sebagai Gua Lawa Panusupan. Gua tersebut tepatnya masuk wilayah Grumbul Kaligua, di situ terdapat sebuah fenomena alam yang bisa dijadikan obyek wisata yang amat mudah transportasinya karena tepat di bawah jalan raya desa ini lorong gua yang usianya sudah ribuan tahun.

"Goa ini amat banyak dihuni lawa atau kelelawar, sehingga masyarakat desa kami menyebutnya Goa Lawa. Untuk lokasi halaman dan mulut gua yang posisinya di ujung selatan merupakan tanah saya bersertifikat. Tetapi kalau untuk kepentingan wisata desa atau daerah silakan saja, asal berembug secara genah" kata Sanurki (71) pemilik halaman dan mulut gua yang sekaligus  juru kunci Gua Lawa Panusupan kepada KRjogja.com, Senin (26/09/2016).

Ia menjelaskan, sebenarnya warga Grumbul Kaligua dan sekitarnya sudah mengetahui keberadaan gua ini sejak zaman penjajahan Jepang di Indonesia. Goa ini di zaman penjajahan juga sering buat persembunyian tentar Indonesia, para gerilyawan kemerdekaan RI.

Seiring berjalannya waktu keberadaan Goa Lawa ini sering menjadi jujugan orang yang memiliki berbagai keperluan kebatinan untuk lelaku ritual semedi atau bertapa. "Sejak tahun 1945 bapak saya memberi kepercayaan untuk merawat goa ini dan meladeni 'tamu' yang memiliki suatu keprluan rohani agar diantarkan pisowanan dengan Leluhur Mbahurekso Gua Lawa, yakni Eyang Raden Badali dan Kaki Kuna serta Nini Kuna," papar Sanurki.

Kepala Desa Panusupan, Imam Sangidul mengaku sudah meminta restu untuk menjadikan Goa Lawa ini menjadi sebuah obyek wisata alam. Dengan keberadaan gua Lawa yang dijadikan industri wisata maka bisa meningkatkan kesejahteraan warga setempat dan meningkatkan pendapatan asli desa.

"Pihak Pemerintah Desa Panusupan sudah memohon restu pada leluhur melalui panduan juru kunci Pak Sanurki. Tinggal kami mencari waktu yang tepat untuk membenahi alam sekitarnya agar menjadi lebih menarik," terang Imam Sangidul.

Areanya cukup luas sekitar 14.000 meter persegi, sambungnya. Imam mengaku kalau ditelusuri maka lorong gua ini bisa tembus ke Laut Selatan melalui Desa Gandul di wilayah Kabupaten Cilacap. "Tanah di area Gua Lawa ini masih milik keluarga Pak Sanurki. Kami dari pemerintahan desa berniat membelinya untuk dijadikan obyek wisata alam. Di dalam gua ini ada dua lorong berbeda arah. Satu ke utara dan satunya lagi ke selatan," ucap Imam Sangidul. (Ero)

BERITA REKOMENDASI