Gudang Penimbun Solar Bersubsidi Digerebek

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Satreskim Polres Cilacap bekerjasama Polda Jateng berhasil mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM solar bersubsidi, menyusul diamankannya satu unit truk yang dimodifikasi untuk mengangkut BBM jenis solar berkapasitas 1.000 liter bersama dua orang awaknya.

“Truk tersebut diamankan di daerah Jeruklegi Kabupaten Cilacap,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, Jumat (15/04/2022).

Bahkan tim gabungan mengamankan pula 2.200 liter solar dari gudang tempat penyimpanan BBM milik perusahaan PT S. Ribuan liter solar itu tersimpan dalam 2 unit kempu (tempat BBM dari plastik besar) berkapsitas 1.000 liter, sedang 38 kempu lainnya dalam keadaan kosong.

Dari gudang tersebut diamankan pula 1 tangki warna biru ukuran 8.000 liter dalam kondisi kosong dan 2 pompa air termasuk selang. Dijelaskan, penyalahgunaan BBM bersubsidi itu terungkap berawal dari adanya informasi kelangkaan BBM solar bersubsidi di wilayah Jawa Tengah.

Unit III Tipidter Satreskrim Polres Cilacap yang melakukan penyelidikan di wilayah hukumnya hari Rabu kemarin mencurigai terhadap satu unit truk yang baknya ditutupi terpal di dekat suatu SPBU di kawasan Jeruklegi Cilacap. Kemudian petugas mengamankan truk tersebut dan setelah bak truk dibuka ditemukan 2 unit kempu berisi 1.000 liter, BBM jenis solar bersubsidi. Seketika dua orang awaknya diamankan.

Dari keterangan kedua awak truk itu, BBM sokar bersubsidi itu milik PT S yang memiliki gudang tempat menmbun BBM di daerah Jeruklegi. Sehingga tim langsung bergerak ke Jeruklegi. Dari hasil penggerebegan di gudang milik PT S tersebut, ditemukan ada 40 kempu dengan dua kempu diantaranya berisi penuh BBM solar bersubsidi dan 1 satu tangki warna biru ukuran 8.000 liter dalam kondisi kosong dan 2 pompa air termasuk selangnya. Sejumlah itu kemudian diamankan untuk dijadikan barang bukti.

“Jadi modus penyalahgunaan BBM bersubsidi itu dengan memodifikasi truk bak diisi dua kempu untuk mengisi BBM dan untuk memudahkan pengisiannya truk itu dilengkap dinamo pompa. Untuk sementara sopir truk yang berinisial A (37) warga Cilacap diamankan guna dimintai keterangan atas tindakannya tersebut,” lanjutnya.

Terkait pengungkapan tersebut, para pelaku akan dijerat dengan pasal 55 UU No.22 Tahun 2001 tentang Migas dan diancam dengan pidana maksimal 6 tahun penjara serta denda maksimal Rp. 60 milyar. (Otu)

BERITA REKOMENDASI