Gugat Pemerintah, Ribuan Mahasiswa di Purwokerto Turun ke Jalan

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Sekitar tiga ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Purwokerto, dan tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banyumas, Senin (23/9/2019) menggelar aksi turun ke jalan menolak revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan KUHP.

Ribuan mahasiswa itu berasal dari Unwiku, IAIN, Unsoed, UMP, STT Telkom, dan perguruan tinggi lainya menggelar longmarch dari kampus masing-masing menuju Alun-alun Purwokerto untuk menemui anggota DPRD Banyumas. 

Presiden BEM Unsoed sekaligus koordinator aksi Fatih Fida'ain, saat ditemui menjelaskan, mahasiswa menuntut DPRD Banyumas mendorong DPR RI membatalkan revisi KUHP yang mengarah pada pengebirian demokrasi.

"Kami menolak  revisi KUHP dijadikan sebagai alat kepentingan politik para elit. Kami juga menuntut DPRD menyarankan untuk mempercepat judicial review revisi UU KPK ke Mahkamah Konstitusi," kata Fatih.

Mereka kemudian ditemui Ketua DPRD Banyumas dr Budhi Setiawan. Kepada ribuan mahasiswa dr Budhi  menyatakan, akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada DPR RI. Komitmen tersebut dibuktikan dengan menandatangani tuntutan dari para mahasiswa tersebut.

"Kami bersama anggota DPRD yang lain, bersepakat tuntutan kalian akan disampaikan ke DPR RI. Kami akan menandatangani tuntutan kalian dan akan dikirimkan ke DPR RI," kata Budhi.

Menurutnya tuntutan mahasiswa aka segera disampaikan ke DPR RI, karena itu merupakan aspirasi  mahasiswa Banyumas yang perlu disampaikan.(Dri)

KPK

BERITA REKOMENDASI