Gugatan Pemkab Soal Kasus Pertokoan Kebondalem Ditolak

Editor: KRjogja/Gus

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto dalam persidangan gugatan perdata, Senin (18/1/2021) sore kemarin, menolak gugatan Pemkab Banyumas terhadap PT Graha Cipta Guna (GCG) selaku pengelola pertokoan Kebondalem Purwokerto.

Dalam amar putusan nomor 36/Pdt.G/2020/PN.Pwt, majelis hakim PN Purwokerto yang diketuai oleh Nanang Zulkarnain Faisal SH dan hakim anggota Deny Ikhwan SH, MH serta Rahma Sari Nilam P.SH.MHum menyatakan gugatan provisi tidak dapat diterima sepenuhnya. Hanya sebagian dalam pokok perkara mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian.

Majelis hakim, menjelaskan penggugat telah melaksanakan kewajiban pembayaran tahap 1 kesepakatan bersama tanggal 8 Desember 2016 sebesar Rp 10,5 miliar.
Selain itu majelis hakim juga menolak gugatan penggugat untuk dan selebihnya, serta menghukum penggugat dalam hal ini Pemkab Banyumas, untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 525.000.

Sebelumnya Pemkab Banyumas mengajukan gugatan terhadap PT GCG, yang sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap yaitu putusan eksekusi nomor 14/BA.pdt.Eks/2010/PN.pwt jo No. 46/Pdt.G/2007/PN.pwt Jo. no 88/Pdt/2008/PT.Smg Jo No 2443 K/Pdt/2008 jo No 530 PK/Pdt/2011.

Atas dasar keputusan tersebut kemudian terjadi kesepakatan bersama tanggal 8 Desember 2016, sebagai wujud pelaksanaan atas putusan eksekusi. Kesepakatan bersama inilah yang kemudian oleh Pemkab Banyumas kemudian dianggap mengandung kekhilafan sehingga muncul gugatan kembali.

Namun, gugatan tersebut ditolak oleh majelis hakim yang menyatakan bahwa pembayaran denda tahap 1 sebesar Rp 10,5 miliar adalah benar dan sah dan kesepakatan bersama tanggal 8 Desember 2016 tidak bisa dilepaskan keterkaitannya dengan putusan Mahkamah Agung.

BERITA REKOMENDASI