Gula Palma Dilarang Dicampur Gula Rafinasi

Editor: KRjogja/Gus

PURWOKERTO, KRJogja.com – Karena merugikan penderes, pekerja, dan pedagang gula palma, yang jumlahnya sampai tiga juta orang, Direktorat Jenderal (Dirjen) Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenprin) Gati Wibawaningsih, melarang gula palma seperti gula kelapa, aren dan nipah untuk dicampuri dengan gula rafinasi.

Larangan pencampuran gula palma dengan gula rafinasi, karena adanya keinginan orang yang  mencampurkan gula rafinasi ke gula palma." Gula palma itu gula kesehatan, dan sudah memiliki pasar spesifik ekspor ke negara Eropa," kata Dirjen IKMA Kemenprin Gati Wibawaningsih, Jumat (15/11/2019) seusai membuka kegiatan Workshop Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) Gula Palma Berbasis Sistem Informasi Terpadu di Purwokerto.

Menurutnya gula palma itu harus dipertahankan tidak boleh dicampur gula rafinasi, karena gula palma dibutuhkan untuk kesehatan. Sedang kebutuhan gula palma dunia saat ini mencapai 250 ribu ton per tahun, Indonesia baru mampu memproduksi 180 ribu ton pertahun.

Kemudian jika gula palma dicampur gula rafinasi, maka Indonesia tidak bisa ekspor, sedang gula rafinasi hanya untuk kebutuhan industri, dan jika dicampur ke gula palma hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal. Untuk itu ia meminta gula rafinasi jangan dilegalkan untuk dicampur ke gula palma.

Dampak lain yang dirasakan saat ini tiga juta warga yang mengentergantungkan hidup dari gula palma, dari penderes, pekerja, dan pedagang. Untuk pencegahan pencampuran gula rafinasi ke gula palma harus dilakukan saat ini.

Ia, menambahkan Indonesia merupakan negara pengekspor utama gula palma di dunia, kemudian diikuti Filipina dan Kamboja. Selain kebutuhan pasar ekspor kebutuhan pasar gula palma di dalam negeri juga sangat menjanjikan.

Rantai pasok gula palma yang cukup panjang mulai dari penderes, perajin,hingga eksportir mampu menyerap mengurangi pengangguran, yang berdampak meningkatkan kesejahtraan masyarakat.

"Upaya mencari trobosan perlu terus dilakukan, salah satunya melalui pengembangam IKM gula palma berbasis sistem informasi terpadu pada proses bisnis internal maupun eksternal," kata Gati.

Dijelaskan di Indonesia produk gula palma terbesar ada di Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. (Dri)

BERITA REKOMENDASI