Hujan Es Kok Bisa Terjadi di Banyumas? Begini Penjelasan BMKG

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Hujan es disertai angin kencang dan hujan lebat di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Senin (27/12/2021) lalu sempat bikin heboh masyarakat.

Tak urung fenomena langka ini pun membuat warga bertanya-tanya, apa yang menyebabkan bisa sampai turun hujan es.

Soal ini, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Rendi Krisnawan mengatakan, dari pantauan foto satelit cuaca Himawari, pada pukul 08.00 UTC atau sekitar pukul 15.00 WIB, wilayah Banyumas dan Purbalingga sudah diselimuti awan CB yang ditandai dengan warna oranye keputihan dan warna merah. Warna merah inilah yang patut diwaspadai karena merupakan inti awan CB di mana suhu sangat dingin.

“Wilayah Kabupaten Banyumas dan Purbalingga sudah diselimuti awan Cumulonimbus atau awan CB, yang ditandai di foto satelit berwarna oranye keputihan dan juga berwarna merah. Yang berwarna merah itu, inti selnya itu yang lebih matang,” kata Rendi, Rabu (29/12/2021) malam.

Dia menjelaskan, proses pembentukan es pada awan tersebut dipengaruhi oleh pergerakan massa udara naik dan turun yang sangat kuat atau dikenal dengan strong updraft and downdraft di dalam awan CB.

Pergerakan massa udara naik (updraft) yang cukup kuat dapat membawa uap air naik hingga mencapai ketinggian di mana suhu udara menjadi sangat dingin hingga uap air membeku menjadi partikel es.

“Jadi yang berwarna merah itu yang sangat cukup diwaspadai. Hujan es terjadi karena awan Cumulonimbus,” Rendi menjelaskan.

Partikel es dan partikel air super dingin akan bercampur dan teraduk-aduk akibat proses updraft dan downdraft hingga membentuk butiran es yang semakin membesar. Saat butiran es sudah terlalu besar, maka pergerakan massa udara naik tersebut tidak akan mampu lagi mengangkatnya sehingga butiran es akan jatuh ke permukaan bumi menjadi hail atau hujan es.

Rendi menambahkan, strong updraft di suatu daerah dapat terbentuk akibat adanya pemanasan matahari yang intens, pemanasannya sangat optimal dan kuat, antara pagi hingga siang hari, serta dapat dipengaruhi oleh topografi suatu daerah.

BERITA REKOMENDASI