Jadi Korban Perahu Karam di Johor Malaysia, Warga Cilacap Ini Diduga TKI Ilegal

CILACAP, KRJOGJA.com – Warga Cilacap yang diduga turut menjadi korban kapal karam di Johor, Malaysia diduga kuat merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Cilacap, Ervie Kusumasari mengatakan, kesimpulan itu diperoleh setelah P4TKI melakukan penelusuran ke pihak keluarga dan otoritas di Malaysia.

Dia mengungkapkan, berdasar keterangan keluarganya, ukiman Martameja, yang beralamat di Jalan Raya Jetis, Nusawungu, Cilacap diketahui sejak tahun 1990-an sudah bolak-balik ke Malaysia dengan pemberangkatan pribadi, tidak melalui perusahaan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS).

“Sudah sejak tahun 1994 bolak-balik ke Malaysia, tidak melalui PT,” kata Ervi, akhir pekan lalu.

Sedangkan korban kedua, Andy Maulana, pernah bekerja di Malaysia selama tiga tahun. Setelah pulang, ke Cilacap, Andy kembali berangkat ke Malaysia usai mendapatkan informasi mengenai kebutuhan tekong di Malaysia, dari rekan kerjanya yang berasal dari Malang.

Serupa dengan Tukiman, Andy juga berangkat tanpa melalui perusahaan penyalur tenaga kerja resmi, dan diduga kuat ilegal.“Mas Andi Maulana, itu pernah bekerja di Malaysia tiga tahun terus pulang. Pulang, dia masih punya teman yang berasal dari Malang, memberi informasi tekong itu, yang di Batam,” ucap dia.

Diduga TKI atas nama Andi berangkat ke Malaysia secara pribadi, tidak melalui penyalur resmi. Nahas, dalam perjalanan dia diduga justru menjadi korbankapal karam.

“Jadi Informasi mengenai tekong itu yang di Batam. Jadi informasi tekong itu dari temannya yang pernah kerja bareng di Malaysia. Ya karena tidak melalui PT itu kemungkinan besar ilegal,” jelasnya.(*)

BERITA REKOMENDASI