Jembatan Gantung Runtuh Saat Dirakit, Tiga Pekerja Luka

CILACAP, KRJOGJA.com – Diduga akibat terjadi kesalahan metode dalam pemasangan klem seling pada pekerjaan perakitan jembatan gantung diatas Sungai Cikedondong yang menghubungkan Desa Jeruklegi Kulon dan Jeruklegi Wetan Kecamatan Jeruklegi, Cilacap runtuh. Peristiwa ini menyebabkan tiga pekerja mengalami luka-luka. Mereka terdiri dari Imam Prasetyo (31), Adi Siswondo (30) dan Aditya Kusuma (21) seluruhnya warga Semarang. 

Koordinator Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Jawa Tengah, wilayah Eks Kotip mengatakan 
Minggu (05/01/2018) malam, peristiwa yang terjadi Jumat lalu, aplikator pemasangan dari PT Panca Karya Sentosa selaku pelaksana diperkirakan  kesalahan metode dalam pemasangan klem jembatan tersebut. 

Semula aplikator menilai  pemasangan klem selingnya sudah cukup kuat untuk menahan beban. Tetapi kenyataannya ada faktor non teknis yang kemudian membuat pemasangannya gagal dan menyebabkan klem yang sedang dipasang menjadi lepas.  

Ada kemungkinan saat pemasangan klem, selingnya belum cukup kencang, karena pengencangan seling rencananya baru dilakukan jika sudah separoh pemasangan klem. "Pengencangan rencananya baru dilakukan kalau sudah separoh, tetapi sudah jatuh duluan," katanya. 

Menurutnya, aplikator dinilai sudah terlalu berani mengambil resiko dengan  melakukan pemasangan dalam kondisi yang belum tepat. "Kalau pengalaman beberapa aplikator pemasangan jembatan mereka tidak berani. Tetapi aplikator di lokasi ini sudah cukup berani. Ini diduga kesalahan murni aplikator," lanjutnya. 

Ada kemungkinan waktu pemasangan  cukup mepet, ditambah cuaca yang tidak mendukung bisa menjadi penyebab lain. 

Pembangunan jembatan gantung Jeruklegi merupakan pekerjaan satu paket bersama jembatan gantung Cikedondong Kecamatan Bantarsari tersebut dengan nilai Rp 4 miliar, menggunakan APBN tahun anggaran 2018, dengan masa pekerjaan 110 hari. Melalui nomor kontrak HK.0203/PPKJCS/IX/2018-02 tanggal 7 September 2018. Diketahui pekerjaan tersebut dimulai sejak 10 September 2018. (Otu) 

BERITA REKOMENDASI