Jembatan KA Sungai Glagah Ambruk Diterjang Banjir

Editor: Ivan Aditya

BREBES, KRJOGJA.com – Jembatan kereta api (KA) jalur hulu atau arah Jakarta – Surabaya di atas Sungai Glagah Dukuh Timbang Desa dan Kecamatan Tonjong Brebes terputus setelah diterjang banjir, Senin (11/01/2021) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Pilar penyangga jembatan hulu setinggi 22 meter ambruk sehingga menyebabkan rangkaian besi penyangga rel kereta api sepanjang 50 meter ambruk.

Pejabat Yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Hendra Wahyono, Selasa (12/01/2021) menjelaskan di atas Sungai Glagah ada dua jembatan KA. Satu jembatan hulu yang dibuat jaman pemerintahan Belanda dan satu jembatan KA hilir buatan tahun 2001.

Sedang jembatan yang ambruk merupakan jembatan hulu atau yang dilalui KA arah Jakarta – Surabaya. Sedang jembatan hilir yang dilewati KA arah Surabaya – Jakarta dalam kondisi baik, bahkan Selasa siang sudah bisa dilewati.

Meski begitu ambruknya jembatan KA hulu, sempat mengganggu perjalanan KA dan harus memutar lewat Kroya-Bandung-Cikampek. Sejumlah KA yang perjalanannya terganggu yaitu KA Gajayana relasi Malang – Gambir Stasiun Kroya berangkat pukul 00.05 WIB lambat 68 menit. KA Argodwipangga relasi Solobalapan – Gambir Stasiun Kroya berangkat 00.52 WIB lambat 117 menit.

KA Bima relasi Malang – Gambir Stasiun Kroya berangkat 01.04 WIB lambat 38 menit, KA Bengawan relasi Purwosari – Pasar Senen Stasiun Kroya berangkat 01.24 WIB lambat 64 menit.
KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng – Pasarsenen Stasiun Kroya berangkat 01.14 WIB lambat 154 menit dan KA Senja Utama Solo relasi Solobalapan – Pasarsenen berjalan memutar melalui lintas Kroya – Bandung – Cikampek.

Sedang KA yang perjalanannya memutar Prupuk – Tegal diantara KA Gajayana relasi Gambir – Malang dan KA Parcel Tengah. Selain KA perjalanan memutar, untuk KA Kamandaka Purwokerto – Tegal dibatalkan. “Saat ini petugas terus melakukan normalisasi dengan melakukan pemeriksaan kondisi kedudukan konstruksi pilar aman atau tidak,” kata Hendra Wahyono. (Dri)

BERITA REKOMENDASI