Jual Murah di Sosmed, Maling Laptop Diringkus

Editor: KRjogja/Gus

CILACAP, KRJOGJA.com – Baru beberapa bulan keluar dari penjara dua residivis terdiri ST dan RP warga Jalan Ketapang, Cilacap Utara diketahui kambuh lagi mencuri laptop milik Dziky Arif Subarkah (21) mahasiswa warga Jalan Krawangsari RT 05 RW 02 Kelurahan Donan, Cilacap ngah, yang ditinggal di sepeda motor depan Warung Mie Ayam Jalan Cerme, Cilacap. 

"Kedua residivis itu kini ditahan kembali untuk proses lanjut, dengan barang bukti sebuah laptop beserta tasnya dan sepeda motor milik tersangka yang digunakan untuk mencari sasaran tindak kejahatannya,"ujar Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kapolsek Cilacap AKP Aceng Rohman, Rabu (07/08/2019).

Menurutnya, awalnya tersangka RP dan ST pergi berboncengan sepeda motor untuk mencari sasaran. Ketika sampai di Jalan Cerme dekat warung mie ayam, mereka melihat sebuah tas laptop menggantung di sebuah sepeda motor. Melihat di sekitar lokasi cukup lengang, sehingga kedua tersangka berupaya mendekatinya, dan dalam sekejap laptop itu raib dibawa kabur kedua residivis itu. 

Dijelaskan, terungkapnya kasus pencurian laptop dengan tersangka ST dan RP itu berawal dari kecurigaan petugas terhadap penjualan laptop bekas pada media sosial (Medsos). Karena petugas mencurigai laptop yang dijual itu merupakan hasil tindak kejahatan, sehingga petugas berupaya menghubungi penjual tersebut. "Dan terjadi transaksi antara petugas dengan penjual itu, sehingga ketika dilakukan penyerahan laptop itu, petugas langsung menyergapnya," lanjutnya.

Dari keterangan penjual itu, diketahui laptop itu berasal dari tersangka ST dan RP. Setelah dilakukan konfirmasi terhadap korban Dziky dan dipastikan laptop itu miliknya, petugas segera menangkap tersangka kedua tersangka di rumah masing-masing. "Dari hasil pemeriksaan diketahui keduanya merupakan residivis yang belum lama ini keluar. Sebelumnya ST diketahui tersangkut kasus pencurian burung piaraan dan RP kasus pencurian helm," katanya.

Tersangka ST dan RP mengakui sudah sempat menjual laptop hasil tindak kejahatannya kepada seseorang di daerah Adipala, Cilacap, seharga Rp 2,5 juta. "Uang penjualan itu dibagi dua masing-masing ST mendapatkan bagian Rp 1,2 juta dan RP sebesar Rp 1,3 juta," tuturnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua residivis itu dijerat pasal 363 ayat 4 e KLUHP.  (Otu)

 

BERITA REKOMENDASI