Kapal Berbendera Panama Berlabuh, Covid-19 Varian India Masuk Cilacap

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Varian baru virus Corona B.1.617 yang selama ini berkembang di India kini positif sudah masuk Cilacap, menyusul turunnya hasil pemeriksaan sample genome Sguencing dari Baltbangkes Kemenkes RI. Sample genome itu diambil dari 14 anak buah kapal (ABK) Kapal MV Hilma Bulker berbendera Panama yang seluruhnya warga negara Philipina.

“Hasil pemeriksaan sample genome Sguencing dari Baltbangkes Kemenkes RI terhadap 14 ABK Kapal MV Hilma Bulker itu menunjukan jika ketiga belas ABK itu positif terinfeksi Virus Corona B.1.617 Varian Baru asal India,” ujar Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji didampingi Kapolres AKBP Leganek Mawardi, Dandim 0703 Letkol Inf Andi Afandi dan sejumlah pejabat daerah saat merilis temuan Virus Corona B.1.617 varian baru asal India, Sabtu (22/05/2021).

Pada tanggal 14 April 2021, kapal MV Hilma Bulker bermuatan gula rafinasi dari India itu tiba di Cilacap pukul 16.00 WIB pada tanggal 25 April 2021, kemudian dilakukan pemeriksaan kekarantinaan kesehatan oleh petugas KKP Kelas II Cilacap terhadap awak kapal. Dari hasil pemeriksaan kekarantinaan kesehatan itu diketahui 14 ABK dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19.

Mereka langsung dievakuasi untuk diisolasi dan diobati di RSUD Cilacap. Karena salah satu ABK itu diketahui mengalami kritis, sehingga beberapa hari kemudian dinyatakan meninggal.

Terhadap temuan Covid-19 pada ABK Kapal MV Hilma Bulker, Pemkab Cilacap melalui Dinas Kesehatan mengirimkan sample genome Sguencing ke Baltbangkes Kemenkes RI untuk diketahui, apakah virus Corona yang masuk ketubuh ABK kapal Kapal MV Hilma Bulker itu merupakan varian baru yang berkembangan di India.

Bupati Cilacap Tatto mengatakan, terhadap temuan Varian baru virus Corona B.1.617 asal India itu, Pemkab Cilacap telah mengambil langkah-langkah. Tetap mengisolasi sejumlah ABK yang terinveksi virus Corona varian baru tersebut terpisah dengan pasien Covid-19 lokal.

“Kemudian memeriksaan para tenaga kesehatan RSUD yang kontak erat dengan ABK itu, atau yang merawat para ABK kapal MV Hilma Bulker. Hasilnya 32 tenaga kesehatan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19,” lanjutnya.

Dari sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) itu, 9 orang dirawat di RSUD Cilacap karena bergejala dan selebihnya melaksanakan isolasi mandiri. “Jadi ke 32 nakes yang positif Covid-19 itu belum diketahui apakah mereka terinveksi virus Corona varian baru B.1.617 seperti yang diderita sejumlah ABK kapal MV Hilma Bulker tersebut,”katanya.

Karena hingga kini Pemkab Cilacap belum menerima hasil pemeriksaan sample genome Sguencing para nakes RSUD dari Baltbangkes Kemenkes RI. Namun demikian, sebagai antisipasi Tim Penanggulangan Covid-19 Cilacap melakukan penanganan khusus terhadap para nakes tersebut dan juga nakes lain RSUD yang dimungkinkan melakukan kontak erat sesama nakes. “Ini yang selama ini nakes melakukan isolasi mandiri, akan kita isolasi terpusat,”tambahnya.

Direktur RSUD Cilacap dr Ikhlas mengatakan, dari 32 nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3 orang diantaranya merupakan dokter. Selebihnya perawat dan tenaga adminstrasi pendaftaran. “Terkait langkah antisipasi berkembangkanya virus Corona varian baru B.1.617 itu, alat pelindung diri atau APD lebih dipertebal atau dilakukan penguatan,”katanya.

Adapun langkah lainnya, untuk pasien rawat jalan di RSUD Cilacap direncanakan dilakukan penutupan selama seminggu ke depan. “Jadi mulai Senin besok, RSUD Cilacap menutup untuk pelayanan rawat jalan hingga senein pekan depan. Sedang untuk rawat gawat darurat, Instalasi Gawat Darurat atau IGD tetap buka untuk pelayanan darurat,” ujarnya. (Otu)

BERITA REKOMENDASI