Karyawati Bank Bobol Polis Asuransi Nasabah

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – KB (29) agen suatu asuransi dari bank swasta di Cilacap diringkus tim reskrim polres setempat karena membobol asuransi tersebut dengan mencairkan polis asuransi orang lain dan kemudian membobol suatu jasa keuangan atau finance dengan mengunakan dokumen palsu. Dari aksi kejahatan KB yang merupakan warga Desa Maoskidul Kecamatan Maos Cilacap itu, bank dan orang yang diatas namakan pengajuan kredit itu mengalami kerugian mencapai Rp750 juta.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto mengatakan aksi kejahatan KB dilakukan selama tahun 2015 hingga 2018. Aksi tersebut terungkap ketika korban dihubungi pihak bank karena tidak melakukan pengajuan asuransi kembali dan korban juga diberitahu jika polis asuransinya telah dicairkan oleh orang lain.

"Seharusnya polis asuransi itu cair jika sudah lima tahun, namun baru tiga tahun tersangka dengan modal surat kuasa palsu telah berupaya mencairkannya," ungkap Djoko Julianto saat gelar barang bukti di Mapolres Cilacap, Selasa (12/02/2019).

Atas laporan korban, Tim Reskrim Polres Cilacap bergerak melakukan penyelidikan dan mendapati orang yang telah mencairkan polis itu tersangka KB, sehingga segera dilakukan penangkapan. Kepada petugas, tersangka mengaku pula telah mengajukan kredit fiktif dengan cara memalsukan dokumen, diantaranya, dengan memalsukan akta cerai, sehingga tersangka berhasil mencairkan kredit dari perusahaan jasa keuangan (finance) senilai Rp 120 juta.

Dijelaskan kapolres, dari hasil kejahatannya itu sebagian dananya digunakan untuk membeli mobil dan kepentingan sendiri. "Mobil jenis sedan itu kini dijadikan barang bukti bersama sejumah dokumen palsu," lanjutnya.

Namun demikian, pihaknya masih melakukan pengecekan apabila masih ada kerugian lain baik dari bank selaku pengelola keungan atau dari masyarakat yang merasa dipalsukan dokumen asuransinya. Menurutnya, untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya tersangka dijerat dengan Pasal 78 juncto Pasal 33 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. (Otu)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI