Kasus Aktif Covid-19 di Purbalingga Terus Melonjak

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Upaya pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga dengan memperpanjang memperketat Pemberlakuaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro hingga 5 Juli kedepan belum membuah hasil signifikan. Alih-alih melandai atau turun, jumlah kasus aktif Covid-19 justru terus meningkat.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga hingga Senin malam (28/06/2021) peningkatan kasus aktif Covid-19 mencapai 151 dari hari sebelumnya. Akumulasi kasus aktif di Purbalingga mencapai 1.352 orang , dengan 184 orang menjalani perawatan di Rumah Sakit dan 1.164 lainnya menjalani isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono mengaku kebijakan PPKM masih kendor. Aturan sudah dibuat tapi pada aplikasi belum diterapkan maksimal.

“Nyatanya hajatan masih jalan. Sudah ada jam malam tapi orang masih pada nongkrong,” ujarnya, Selasa sore (29/06/2021).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Purbalingga Suroto mengaku PPKM belum bisa diterapkan maksimal. Pihaknya selaku eksekutor dihadapkan pada kendala sumber daya manusia (SDM) yang terbatas. Karenanya, Satpol PP hanya bisa bekerja di lingkungan perkotaan Purbalingga saja.

“Personel kami hanya 35 orang. Yang 5 malah sedang positif terpapar Covid-19. Jadi dalam tiga sift, hanya bisa diturunkan sepuluh orang dalam satu sift,” ujarnya sembari menyebutkan kondisi cuaca yang sering turun hujan juga menghambat kinerja personel Satpol PP.

Pihaknya juga belum bisa menerapkan Perda Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Penyakit dan dan Perbup Nomor 43 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Sanksi Administratif Dalam Pelanggaran Perda Nomor 16 Tahun 2020.

“Misalnya pedagang angkringan yang memang lazimnya buka pada malam hari. Kalau dikerasi dengan denda, lah wong omzet mereka juga lagi turun. Jadi kami ya masih menerapkan konsep brayan urip,” ujar Suroto.

Wakapolres Purbalingga Kompol Sopanah menyebutkan, Polri masih rutin menjalankan operasi Yustisi untuk menegakkan protokol kesehatan (Prokes). Disamping terus melakukan penerangan kepada masyarakat tentang prokes.

“Sekarang tinggal sikap masyarakat. Bukan menyalahkan, tapi ya perlu kesadaran semuanya untuk bersama-sama menghadapi dan mengatasi pandemi ini,’ ujarnya. (Rus)

BERITA REKOMENDASI