Kasus Covid Menurun, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Baturraden Ditutup

Editor: Agus Sigit

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Menurunnya pasien Covid -19, dan turunnya level PPKM Kabupaten Banyumas dari level 4 menjadi level-3, Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) yang menempati Hotel Rosenda, Baturraden, mulai Selasa (31/8/2021) ditutup. RSDC Rosenda Baturraden penggunaanya sejak 25 Juni 2021, karena waktu itu kasus Covid di Banyumas naik tajam.

Kepala RSDC Kabupaten Banyumas, dr. Junaedi, Rabu (1/9/2021) mengatakan bahwa RSDC dibentuk, untuk meningkatkan pelayanan Covid di Kabupaten Banyumas yang pada saat itu rumah sakit di Kabupaten Banyumas sudah tidak bisa menampung secara maksimal.

Menurutnya dalam masa pelayanannya selama kurang lebih dua bulan, RSDC sudah melayani secara maksimal pasien covid sebanyak 143 pasien.

Dari jumlah pasien sebanyak itu ada 1 kasus kematian yang terjadi namun pemulasaran tetap dilakukan di RSUD Banyumas sebagai rumah sakit pengampu.

“Puncaknya kita merawat pada tanggal 21 Juli sekitar 35 atau 33 pasien kita disitu, terus landai landai landai akhirnya menurun dan terakhir kemarin dipulangkan,” katanya.

Terkait penutupan layanan dia menambahkan bahwa selanjutnya tanggung jawab pelayanan Covid diambil alih lagi oleh rumah sakit pengampu yaitu RSUD Banyumas.

“Karena kondisi covid yang sudah menurun dan PPKM Kabupaten Banyumas pada level-3 serta adanya RSDC UMP sehingga diambil keputusan yang sangat bijak untuk menutup layanan di sana” jelasnya.

Sementara kontrak kerja relawan RSDC yang masih terikat sampai dengan akhir bulan September akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak RSUD Banyumas sebagai rumah sakit pengampu.

Sebagai akhir laporannya disampaikan bahwa relawan RSDC terdiri dari 19 orang perawat, (4) adminsitrasi, (1) apoteker, (2) satpam dan 1 orang supir.

dr Junedi menceritakan hal yang menarik terjadi selama penanganan Covid di RSDC, bahwa pernah ada orang yang berkeras untuk dirawat di RSDC tetapi tetapi sekitar 10 menit minta pulang lantaran ketakutan.

Direktur RSUD Banyumas dr. Dani Esti Novia, menambahkan bahwa dirinya diberi arahan oleh Bupati Banyumas Achmad Husein agar menutup layanan RSDC Kabupaten Banyumas.

“Per 1 September Bupati memberi arahan kepada direktur agar operasional di RSDC ditutup dan akan kembali menjadi isolasi hotel (isotel),” katanya.

Hal ini merujuk dari aturan gugus tugas covid pusat yang mengatakan tidak ada lagi isolasi mandiri. Manakala ada pasien positif covid maka perawatannya tidak boleh di rumah tetapi isolasi terpusat di masing-masing daerah.(Dri)

 

BERITA REKOMENDASI