Ke Luar Negeri Dibatasi, Nasib Pekerja Migran Indonesia Tidak Jelas

Editor: Agus Sigit

CILACAP, KRJOGJA.com – Ribuan calon pekerja migran Indonesia dengan tujuan ke Korea Selatan, terkatung-katung nasibnya, karena sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, mereka menjadi yertunda atau bahkan tidak bisa dikirim negeri Gingseng tersebut, terkait pembatasan orang berangkat keluar negeri untuk bekerja.

” Ada sekitar 30.000 orang calon pekerja migran yang tertunda atau bahkan tidak bisa dikirim ke Korea Selatan, sejak pandemi,” ujar pemilik LPK Sonagi Cilacap, Ny Turinah.
Padahal mereka sudah mengikuti

Pendidikan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Cilacap. Menurutnya, sebelum pandemi, calon pekerja migran asal Indonesia langsung diberangkatkan ke Korea Selan (Korsel)usai mereka dididik dan diberi pelatih-pelatihan.

Namun sejak pandemi Covid-19 terjadi, praktis mereka hanya menunggu dan menunggu kapan mereka bisa diberangkatkan Korsel.

“Sebenarnya, dengan mulai meredanya pandemi itu, sejumlah pekerja migran asal Asia Tenggara, diantaranya, Thailand, Kamboja sudah mulai masuk ke Korsel. Namun demikian, untuk calon pekerja migran asal Indonesia belum bisa diberangkatkan dan tidak begitu jelasan alasannya,”jelasnya.

Dikatakan, pihak calon pekerja migran maupun penyelenggara LPK sudah menyampaikan tentang masalah tersebut ke Badan Penempatan dan Perlindungan Migran Indonesia (BP2MI), hanya saja sampai saat ini belum ada jawaban.

“Jadi permasalahan itu yang mendorong para calon pekerja migran untuk mengungkapkan keluhannya , saat ada kunjungan Presiden Joko Widodo ke Cilacap, Kamis lalu,”katanya.

Menurut Arif Setiono calon pekerja migran asal Kecamatan Binangun, Cilacap, tujuan upaya tersebut diharapkan dapat didengar atau dimengerti presiden. Sehingga presiden diharapkan segera mengutus staf atau BNP2TKI ke Korsel untuk mencari tahu mengapa calon pekerja migran asal
Indonesia masuk Negeri Gingseng itu.

“Namun demikian, sebelum kami menyuarakan aspirasi, sudah lebih dulu diamankan ke Polsek Cilacap Utara dan diberi pembinaan,” lanjutnya. Kemudian dipertemukan dengan pejabat Disnakerin, Cilacap.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Cilacap Dikdik Nugraha mengatakan bisa memahami tentang kesulitan para calon pekerja migran itu. Untuk itu, Pemkab Cilacap akan memfasilitasinya untuk menemui
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), sekaligus menanyakan kapan Korsel bisa membuka kembali calon pekerja migran asal Indonesia.

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi mengatakan, saat mengamankan calon pekerja migran yang hendak mengungkapkan aspirasinya memastikan tidak upaya kekerasan yang dilakukan aparat keamanan. Justru mereka difasilitasi dan dipertemukan dengan Disnakerin.”Seperti yang diungkapkan salah satu calon pekerja migran itu,”katanya.(Otu)

BERITA REKOMENDASI