Kebutuhan Pangan Kabupaten Cilacap Aman

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan produksi padi di wilayahnya.

Strategi yang ditempuh antara lain yaitu melaksanakan tugas monitoring dan evaluasi secara langsung di lapangan dan memberikan solusi terhadap kendala yang ada. Pelaporan data LTT Pajale secara harian kepada Menteri Pertanian melalui Direktur Jenderal Hortikultura selaku penanggung jawab Provinsi Jawa Tengah.

Evaluasi secara intensif di lapangan oleh Ketua STPP Magelang, Ir Ali Rachman MSi. Sinergitas Dinas Pertanian dan Peternakan Cilacap, Kodim, Polres, BPS, Bulog, PPL, Perguruan Tinggi Mitra, dan masyarakat petani. Pelaksanaan rapat koordinasi secara periodik. Pendampingan mahasiswa/alumni/pemuda tani.

Pelatihan pengolahan hasil pertanian. Pengamanan produksi terhadap gangguan OPT dan Dampak Perubahan Iklim. Sinkronisasi dan ground check data SIMOTANDI dan Sosialisasi Semangat ‘Tiada Hari Tanpa Tanam Tiada Hari Tanpa Panen’.

Pada bulan Januari yang terkenal dengan musim basah biasanya merupakan masa paceklik, karena tingginya intensitas hujan mengakibatkan menurunnya produksi dan panen menjadi hal yang jarang terjadi sehingga mengakibatkan tingginya harga beras di pasaran. Hal itu tidak terjadi di Kabupaten Cilacap karena panen justru setiap hari dilakukan oleh para petani.

Peningkatan produksi diharapkan memberikan pengaruh pada pendapatan dan kesejahteraan bagi petani. Terkait Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, panen padi telah dilaksanakan pada minggu ke-empat Desember 2017 di wilayah Kabupaten Cilacap untuk selanjutnya panen dilakukan setiiap hari dengan prediksi panen sampai dengan akhir bulan Desember kecamatan Majenang seluas 80 ha di desa Jenang dan desa Cibeunying dan kecamatan Dayeuhluhur seluas 50 ha di desa Ciwalen, Bingkeng, Datar dan Cijeruk.

Hasil ubinan menunjukkan produktivitas 6,27 % sehingga dihasilkan kurang lebih 880 ton GKG. Hasil pemantauan kondisi lapangan menunjukkan bahwa pada bulan Januari 2018 diprediksi panen padi seluas 10.411 ha meliputi kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Kesugihan, Adipala, Maos, Sampang, Kroya, Binangun, Nusawungu.

Hal ini merupakan efek positif adanya program UPSUS percepatan Luas Tambah Tanam dan berbagai bantuan alat mesin pertanian, pupuk serta pendampingan dari Kementerian Pertanian terhadap petani. Panen selanjutnya diprediksi pada bulan Febuari seluas 6.418 ha dan panen raya pada bulan maret seluas 16.682 ha.

Pencapaian lainnya sebagai prestasi adalah Kabupaten Cilacap sebagai kabupaten terbaik Provinsi Jawa Tengah dalam pencapaian target Luas Tambah Tanam Pajale pada periode Oktober – Maret 2016/2017 yaitu 84.898 ha tanam padi dan April – September 2017 yaitu 74.442 ha. (*)

BERITA REKOMENDASI