Kecam Penganiayaan Hakim, Ini Cara Asyik Ala Advokat Purwokerto

Editor: KRjogja/Gus

PURWOKERTO, KRJogja.com – Aksi penganiayaan terhadap salah satu hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, oleh oknum advokat, saat persidangan tanggal 18 Juli lalu, Senin (22/7/2019) mendapat kecamatan oleh sejumlah advokat yang tergabung dalam DPC Peradi Purwokerto-Suara Advokat Indonesia (SAI).

Aksi keprihatinan tersebut dilakukan dengan mendatangi PN Purwokerto, untuk menyampaikan peryataan sikap terkait insiden penganiayaan terhadap  salah satu hakim di PN Jakarta Pusat. Sejumlah Advokat Peradi (SAE) DPC Purwokerto diterima langsung Ketua PN Purwokerto, Arif Nuryanta bersama Wakil Ketua Budi Setiawan, dan sejumlah hakim dan pegawai pengadilan setempat.

Ketua DPC Peradi Purwokerto-SAI, Joko Susanto bersama pengurus dan anggota membacakan sikap dan menyerahkan buket bunga satu per satu, sebagai tanda dukungan terhadap lembaga peradilan tersebut.

Joko Susanto mengatakan,  kedatangannya untuk memberikan dukungan kepada para hakim di PN Purwokerto agar perkara yang terjadi di PN Jakarta Pusat tetap diproses secara aturan hukum yang berlaku.

"Pelakunya, secara kode etik maupun pidana harus diproses sesuai aturan yang ada, baik aturan organisasi, karena ini sudah menyerang secara lembaga peradilan, dan ini bisa merusak martabat lembaga peradilan ini," katanya.

Dalam pernyataan sikap, DPC Peradi SAI menegaskan, apa pun alasannya, penganiayaan  terhadap hakim selaku pejabat negara di ruang persidangan tidak dibenarkan. Pasalnya, tindakan tersebut sebagai bentuk perbuatan pidana dan pelecehan terhadap kewibawan martabat kehormatan badan peradilan.

Ketua PN Purwokerto, M Arif Nuryanta, mengatakan  pihaknya memberikan apresiasi atas keprihatinan dan dukungan dari para advokat di Purwokerto terkait insiden di PN Jakarta Pusat.

"Berharap kedepan guyup rukun dalam hal bekerja,dengan mengikat kode etik masing masing, sehingga ada keharmonisan," kata Arif Nuryanta.

Menurutnya insiden tersebut,  hanya peristiwa yang dilakukan oknum saja. Pihaknya menyakini advokat di Purwokerto tidak akan melakukan hal seperti itu. (Dri)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI