Kemenhub Toleransi Truk Kelebihan Muatan Maksimal 50 Persen

Editor: KRjogja/Gus

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Pada tahun 2018, Kementerian Perhubunga (Kemenhib), akan mengaktifkan 48 jembatan timbang, sedang pada tahun 2019 akan ada 92 jembatan timbang yang akan diaktifkan  kembali atau dibangun.

 

Penjelasan  itu disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Sabtu (15/9/2018) sore pada peluncuran,dan pengaktifan kembali jembatan timbang atau Unit Pemeriksaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Ajibarang, Kabupaten Banyumas, sebagai jawaban atas banyaknya keluhan warga Bumiayu, Kabupaten Brebes, terkait dengan kendaraan dari arah Cilacap, Purbalingga, hingga Banyumas yang kelebihan muatan, dan mengakibatakn kecelakaan lalu lintas di daerah Bumiayu.

Untuk pengoperasian jembatan timbang atau UPPKB, Kemenhub masih memberikan toleransi terhadap truk yang kelebihan muatan hingga 50 persen,sedang jika kelebihannya diatas 50 persen maka langsung ditilang.

"Untuk truk pengangkut sembako toleransi  waktunya satu tahun untuk kelebihan muatan maksimal 50 persen. Kalau untuk komoditas semen, baja, pupuk, besi toleransi hanya diberi waktu enam bulan," kata Budi Setiyadi.

Menurutnya  toleransi terhadap truk yang kelebihan muatan itu diberikan bukan berarti Kemenhub memberikan kemudahan.Namun karena begitu peraturan terkait  over dimension and ove loading (ODOL).

diterapkan, pasti akan terjadi atmosfer baru dalam sistem transportasi logistik ini, yang berdampak dengan penambahan kendaraan baru.

Alasan toleransi diberikan juga  agar jangan sampai terjadi kelangkaan barang terutama sembako.Kebijakan itu dilakukan karena banyak asosiasi yang datang menemui Menteri Perhubungan untuk berdiskusi terkait permasalahan ODOL tersebut.

Bahkan, Kementerian Perdagangan juga sudah menyampaikan ke Kemenhub supaya tetap melaksanakan pengawasan dengan ketat namun diharapkan tidak ada dampak terhadap kondisi ekonomi Indonesia ke depan.

Berkaitan dengan pengaktifan kembali UPPKB dengan penyiapan gudang penyimpanan jika peraturan tentang batas muatan itu telah diterapkan secara penuh, Budi menjelaskan pihaknya sebenarnya tidak harus menunggu satu tahun untuk menyiapkan gudang atau tempat menurunkan barang.

Karena yntuk penurunan barang kelebihan sebetulnya Kemenhub sudah ada kerja sama dengan ritase.com namanya. Ritase.com adalah penyedia aplikasi untuk kendaraan truk yang nanti begitu di sini ada pelanggaran atau kelebihan  muatan yang harus diturunkan, truk itu akan langsung diundang, untuk mengangkut muatan yang diturunkan.

Sedang biaya bongkar muat dan pemindahan dan pengiriman muatan yang diturunkan untuk diangkut oleh truk dari ritase.com itu menjadi tanggung jawab pihak pemilik barang yang dipindahkan.

Dihubungi terpisah Bupati Brebes Idza Priyanti yang ikut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan terima kasih atas pengaktifan kembali UPPKB Ajibarang yang diharapkan dapat mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di "fly over" Kretek, Kabupaten Brebes, akibat truk yang kelebihan muatan.

Menurutnya dengan adanya jembatan timbang ini diharapkan nantinya truk-truk yang kelebihan muatan, muatannya dapat dikurangi sehingga bisa menjamin keselamatan semua pengguna jalan, di wilayah Kabupaten Brebes terutama di Bumiayu. (Dri)

 

 

BERITA REKOMENDASI