Kerajinan Miniatur Unggas Slamet Sampai Jakarta

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS (KRjogja.com) – Slamet Edi Sutrisno, warga RT.03/RW.01 Desa Ajibarang Wetan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas mengaku lega karena hasil kerajinan tangannya, yakni miniatur unggas telah mampu terpasarkan sampai Jakarta. Walau sepintas mirip unggas yang diawetkan, namun jangan salah ternyata miniatur ini murni kerajinan tangan. Berawal dari iseng, kini Edi telah dapat menikmati hasil usahanya itu.

Modal dasar kerajinan tangan ini adalah limbah bulu ayam yang dibuang para pengusaha ayam potong dan cabut bulu. Ia membuat miniatur ayam awalnya hanya iseng untuk koleksi pribadi, namun ternyata teman-teman dan tetangga menyukainya lalu membelinya.

Bahkan dari Jakarta sudah beberapa orang pembeli yang rutin ada yang pesan. Berawal dari tu kemudian Edi memutuskan untuk menekuni secara serius.

"Kerajinan dari limbah bulu ayam saya ternyata banyak disukai konsumen. Bahkan sekarang banyak warga Jakarta yang pesan miniatur unggas, utamanya miniatur ayam untuk dibikinkan dan dikirimkan," katanya kepada KRjogja.com, Jumat (02/09/2016).

Diungkapkannya, untuk membentuk tubuh ayam ia memanfaatkan busa bekas jok mobil atau busa kasur, pengisi tubuh ayam menggunakan serabut kelapa, sedangkan paruh dan kaki ayam memakai kayu limbah pabrik. Saat ini ia sudah membuat banyak model diantaranya miniatur ayam kampung, ayam jago, ayam kate, ayam cemani, bahkan sampai anak ayam.

"Sekarang yang terbaru saya sedang semangat membuat miniatur burung elang. Para pemudik dari Jakarta yang beli miniatur ayam saya mengira itu ayam hidup yang dikasih air keras sebab sangat mirip sama yang asli, lalu saya jelaskan bahannya dari busa,” katanya.

Edi menjual miniatur ayamnya berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu/buah. Proses pembuatannya untuk ukuran ayam kecil hanya satu hari sedangkan ukuran ayam besar mampu diproduksinya dalam kurun waktu dua hari. (Ero)

BERITA REKOMENDASI