Kerajinan Serabut Kelapa Banyumas Diekspor ke Eropa

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Kerajinan berbahan baku serabut kelapa asal Banyumas memiliki potensi ekspor yang cukup besar. Bahkan sudah ada perajin serabut kelapa yang mengekspor ke negara negera Eropa.

Untuk mendorong kerajinan sabut kelapa seperti sandal slip, dan media tanam berkembang Dinarkop dan UKM Kabupaten Banyumas bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop dan UKM) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan usaha produktif bidang serabut kelapa dengan peserta pelaku UMKM.

Kepala Seksi Penyelanggara Dinkop dan UKM Provinsi Jawa Tengah Yusa Bramidha mewakili Kepala Dinkop dan UKM Jawa Tengah Ema Rachmawati menjelaskan pelatihan usaha produktif Pelatihan Keterampilan Usaha Produktif Bidang Kerajinan Serabut Kelapa di Kabupaten Banyumas yang diikuti 25 pelaku UMKM dengan menghadirkan narasumber seorang pelaku usaha kerajinan serabut kelapa, Kokos Trisada yang juga Ketua Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Kabupaten Banyumas.

Ia mengatakan berdasarkan Perpres 79 Tahun 2019 yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi nasional, Kabupaten Banyumas memiliki komoditas unggulan berupa serabut kelapa dan gula semut. “Pelatihan kerajinan serabut kelapa ini untuk mendukung komoditas unggulan yang ada di Banyumas,” ungkapnya.

Menurutnya serabut kelapa bisa dibuat sandal, media tanam yang ramah lingkungan, dan kerajinan lain yang memiliki potensi ekspor. “Di tengah pandemi ini, mari kita bergiat bersama-sama karena program Bapak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sesuai dengan visi-misinya mewujudkan masyarakat Jawa Tengah berdikari. Jadi, salah satunya di Kabupaten Banyumas,” katanya.

Yusa mengatakan selain pelatihan kerajinan serabut kelapa, pihaknya juga menggelar tiga pelatihan lain di Kabupaten Banyumas, yakni keterampilan usaha produktif kabupaten/kota, manajemen usaha kecil, dan pengolahan kopi.

Sedang tujuan pelatihan ini salah satunya untuk menggerakkan UMKM di tengah pandemi COVID-19. “Namun yang paling pokok, bingkai besarnya adalah bagaimana menumbuhkan satu pengusaha UMKM di kalangan milenial. Di balik itu, tentu kita ingin menunjukkan bahwa UMKM tetap eksis di tengah pandemi,” ungkapnya. (Dri)

BERITA REKOMENDASI