Ketua GPNK Jawa Tengah Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS,KRJOGJA.com – Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, menyita alat bukti dan menggelar perkara, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyumas akhirnya menetapkan Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah, Sbt (57) sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap sejumlah kepala desa (kades) di Banyumas. Sbt warga Kelurahan Teluk, Purwokerto Selatan Banyumas hingga kini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Penetapan tersangka diputuskan seminggu lalu setelah ada gelar perkara,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry di mapolresta setampat, Senin (17/05/2021).

Meski yang bersangkutan sudah ditetapkan menjadi tersangka namun belum ada penahanan karena yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan. “Kita lihat nanti saja perkembangan, saat ini masih diperiksa,” ungkap Berry.

Dalam dugaan kasus ini tersangka dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Penyidik juga sudah memintai keterangan lebih dari 17 saksi dan menyita sejumlah alat bukti.

Kasus dugaan pemerasan terhadap kedes di Banyumas mencuat setelah adanya laporan dari Kades Sibrama Kecamatan Kemranjen dan empat kades lainya yang menjadi korban pemerasan oleh tersangka. Dalam kasus dugaan pemerasan ini korban diduga mengalami kerugian Rp 375 juta.

Sedang modus operandi yang dilakukan tersangka dengan menakut nakuti dan mengancam sejumlah korban berkaitan penyelenggaraan pemerintah ke penegak hukum. (Dri)

BERITA REKOMENDASI