Kisah Viral Bocah Disekap dan Dirantai Ternyata Tak Sepenuhnya Benar

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Kapolres Purbalingga AKBP Fannky Ani Sugiharto menegaskan, berita tentang MN bocah 8 tahun warga Desa Kalimanah Kulon yang disekap dan dirantai di dapur rumah selama tiga hari itu tidak sepenuhnya benar. Penyekapan itu sudah terjadi tiga kali dalam waktu yang berbeda, tapi tidak dilakukan selama 3 x 24 jam atau lebih secara terus menerus.

“Unit PPA Satreskrim Polres Purbalingga sudah melakukan pengecekan dan pemeriksaan,” tutur Fanny, Senin (15/03/2021).

Dari hasil pemeriksaan, MN hanya disekap dan dirantai pada waktu tertentu saja, yakni saat ditinggal bekerja di pasar. Orang tua MN juga tidak melakukan kekerasan terhadap anak tersebut. Selama dirantai, orang tua MN juga menyediakan makanan dan minuman dekat anaknya.

Fanny menambahkan, keluarga ini kondisi ekonominya lemah dan harus mencari nafkah dengan berjualan di pasar. Orangtuanya berpikir dengan cara dirantai, akan membuat tenang saat meninggalkan anaknya di rumah sendirian.

Pada Sabtu siang (13/3/2021), seorang warga Desa Kalimanah Kulon yang mengetahui ada anak dirantai melapor ke perangkat desa. Kades dan perangkat desa lainnya bergerak cepat membebaskan bocah itu.

Tidak lama kemudian, beredar video di media sosial yang menayangkan bocah laki-laki terikat dengan rantai di ruangan yang mirip dapur. Walhasil, warga desa Kalimanah Kulon menolak AA (30) dan WM (25) orang tua yang dituding menyekap anak kandungnya itu.

“Karena akibat viralnya video tersebut, keluarga ini ditolak tinggal di lingkungan dan harus pindah dari rumahnya yang sekarang,” ujar Fannky.

Kades Kalimanah Kulon Nur Cahyadi menyebutkan,pihaknya bakal melakukan mediasi akan berupaya mencarikan solusinya. Menurutnya, kurang bijak bila warga menolak keluarga itu tinggal di desanya.

“Karena masih ada jalan keluar lain untuk mengingatkan dan membuat efek jera kepada mereka,” ujarnya sembari menambahkan, saat ini keluarga AA tinggal di Desa Patemon Bojongsari. (Rus)

BERITA REKOMENDASI