Klaster Pilkada Meluas, Dua Meninggal Dunia

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Klaster pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Purbalingga terus meluas. Setelah dua aktifis partai politik pengusung salah satu pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati meninggal dunia pekan lalu, jumlah pasien positif terpapar virus Corona terus bertambah.

Dari 26 pasien positif baru pada Selasa malam (27/10/2020), tujuh diantaranya  dari klaster pilkada. Salah satunya berstatus calon wakil bupati yang memilih dirawat di RS Emanuel Klampok Banjarnegara.

“Mereka melakukan kontak erat dengan penderita Covid-19 yang meninggal sebelumnya,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Drg Hanung Wikantono, Rabu siang (28/10/2020).

Hanung menambahkan, setelah diketahui ada anggota tim pemenangan salah satu paslon yang positif dan bahkan meninggal, pihaknya langsung melakukan tracing terhadap 22 orang yang terdiri anggota tim sukses dan keluarganya. Dari tracing itulah ditemukan 7 pasien positif Covid 19.”Saya tidak bisa menyebutkan namanya,” ujar Hanung.

Pada laman resmi Pemkab Purbalingga, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 melaporkan penambahan 26 orang positif pada Selasa malam (27//2020). Dengan tambahan itu jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan aktif dan masih dirawat mencapai 108 orang.

Pada waktu yang juga dilaporkan satu pasien positif yang meninggal dunia, yakni warga Desa Sumilir, Kecamatan Kemangkon. Total kematian akibat Covid 19 di Purbalingga mencapai 8 orang.

“Total kasus kumulatif 335 kasus.  219 diantaranya sudah sembuh,” ujarnya sembari menyebutkan, wilayah Purbalingga saat ini berstatus zona merah, alias tidak aman.  (Rus)

BERITA REKOMENDASI