KLBC Produksi Mogas 92 Pertamax Ramah Lingkungan

CILACAP, KRJOGJA.com – Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC) memproduksi minyak hidrokarbon ringan (Mogas) 92 Pertamax yang ramah lingkungan, dengan kapasitas produksi 21.500 barrel per hari atau setara 1,2 juta kiloliter per tahun. Kilang yang diresmikan pengoperasiannya secara firtual, Kamis (10/12/2020) malam, keberadaannya sangat penting untuk mengurangi impor BBM senilai Rp 10 triliun per tahun, meningkatkan _Gross Domestic Product_ Nasional 0,12%.

“Sekaligus membuka lapangan kerja sebanyak 3.000 orang saat proyek berlangsung dan produk yang ramah lingkungan yakni Ron 92 Euro 4,” ujar Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Nicke Widyawati. Sekaligus pula menjadi kado terbaik HUT ke-63 Pertamina tahun 2020.

“Hal ini menjadi prestasi bersama untuk bangsa serta menjadi wujud kesiapan Pertamina sebagai lokomotif penggerak ekonomi Nasional. Di sisi lain KLBC juga menjadi _multiplier effect_ karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” lanjutnya.

Sedang Menteri ESDM Arifin Tasrif mengapresiasi kehadiran Kilang Langit Biru Cilacap sebagai upaya Pertamina mewujudkan kemandirian energi negeri. “Pertamina mampu menjawab tuntutan produksi BBM yang ramah lingkungan dengan kehadiran Kilang Langit Biru Cilacap. Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 16 tahun 2016 tentang perubahan iklim,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama PT Pertamina (Persero) juga melakukan penandatanganan _Corporate Agreement_ dengan PT Bukit Asam dan Air Product untuk _project_ gasifikasi batubara. Hal itu disebut-sebut menjadi strategi dalam mengurangi impor LPG melalui pemanfaatan produk domestik yang melimpah.

General Manager (GM) Pertamina RU IV, Joko Pranoto mengatakan Kilang Langit Biru Cilacap dibangun di dalam komplek Kilang Minyak Pertamina RU IV Cilacap, dengan menghasilkan produk-produk ramah lingkungan. “Hal ini menegaskan posisi Pertamina RU IV sebagai kilang terbesar dan paling strategis di Indonesia dengan kapasitas produksi 348 ribu barrel per hari serta mendukung ‘Green Energy’,”katanya.(Otu)

BERITA REKOMENDASI