Komisi V DPR Dukung Reaktivasi KA Purwokerto – Wonosobo

BANJARNEGARA, KRJOGJA.com – Rencana pemerintah mengaktifkan kembali jalur kereta api (KA) lintas Purwokerto-Wonosobo yang telah mati berpuluh-puluh tahun, mendapat dukungan luas dari masyarakat di beberapa kabupaten yang akan dilintasi.

Anggota Komisi V DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah 7 Lasmi Indaryani, menyatakan akan terus mengawal program tersebut. "Reaktivasi kereta api lintas Purwokerto-Wonosobo berdampak positif bagi bagi daerah yang dilintasi. Kami akan perjuangkan terus di Senayan agar segera terealisasi," ujarnya.

Berbicara di sela acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan di pendopo rumah dinas bupati Banjarnegara Rabu (27/11/2019) malam, Lasmi mengatakan, selama ini banyak warga masyarakat menyampaikan aspirasi agar rencana reaktivasi KA lintas Purwokerto-Wonosobo segera diwujudkan.

"Aspirasi telah kami suarakan dalam rapat komisi dengan Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu. Kami akan perjuangkan terus di Senayan," ujar Lasmi. Menurutnya, empat kabupaten yang akan dilintasi jalur KA Purwokerto-Wonosobo perlu duduk bersama untuk membuat dukungan.

Diberitakan sebelumnya, proses reaktivasi sudah mulai berjalan. Pada 2019, Ditjen Perkeretaapian Kemenhub melakukan pekerjaan Basic Desain Reaktivasi Kereta Api Lintas Purwokerto-Wonosobo dengan menggandeng konsultan PT Bina Index Consult, Bandung. Perusahaan tersebut telah melakukan penyelidikan tanah di calon jalur atau trase baru yang melintasi berbagai desa di daerah Banjarnegara selatan.  

Penyelidikan tanah  menggunakan metode pengeboran (boring) di sekitar patok-patok Benchmark (BM) dan patok Control Point (CP) yang sebelumnya dipasang mulai Desa Purwareja Kecamatan Purwareja Klampok hingga Tunggara (batas Wonosobo). Menurut pelaksana pengeboran, Yayan, patok BM dan CP terpasang di 46 titik.  

Titik 0 berada di stasiun Purwokerto, sedangkan titik terakhir yaitu patok BM dan CP 46 terletak di kota Wonosobo atau sekitar 96 kilometer dari titik 0. Khusus di Banjarnegara, terpasang di 25 titik, mulai dari BM dan CP 16 di selatan RS Emmanuel Klampok hingga BM dan CP 41 di Desa Tunggara, perbatasan Wonosobo.

Pengamatan KRJOGJA.com, patok-patok BM dan CP berlogo Kemenhub dan bertuliskan Ditjen Perkeretaapian yang berada di wilayah Banjarnegara selatan itu, berdekatan dengan patok-patok BM yang dipasang saat dilakukan Studi Trase Reaktivasi Kereta Api Lintas Purwokerto-Wonosobo pada 2015. Letak patok berada di tempat permanen seperti tepi jalan dan saluran irigasi. (Mad)

BERITA REKOMENDASI