Komisi VII DPR Dukung Pengembangan PLTP Dieng

Editor: KRjogja/Gus

BANJARNEGARA, KRJOGJA.com – Potensi energi panas bumi atau geothermal untuk pembangkit listrik di Indonesia sangat besar. Dari potensi geothermal di seluruh dunia 28.944 MW, sebanyak 40 persen diantaranya dimiliki Indonesia. Namun, pemanfaatan energi geothermal di Indonesia masih rendah.

Demikian dikatakan oleh anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto saat meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit I, Selasa (24/12). Kedatangan anggota Komisi VII yang membidangi Energi, Riset dan Teknologi dan Lingkungan Hidup di PLTP milik
PT PT Geo Dipa Energi (Persero) sebuah BUMN dibawah naungan Kementerian Keuangan itu, disambut oleh direktur utama Riki Firmandha Ibrahim dan General Manajer PLTP Dieng, Puguh Wintoro.

Pada kesempatan tersebut, Riki Firmandha Ibrahim menyampaikan sejarah berdirinya berdirinya Geo Dipa serta perkembangan BUMN yang mengelola lapangan panas bumi Dieng dan Patuha Jawa Barat itu. Menurutnya, Dieng Unit 1 sudah beroperasi dengan kapsitas 45 MW dan sekarang sedang dibangun PLTP smale scale berkapasitas 10 MW. "Diharapkan mulai berproduksi pada akhir 2020 atau awal 2021," katanya.

Pengembangan akan disusul dengan pembangunan PLTP Unit 2 pada 2020, dilanjutkan Unit 3, dan Unit 4 menggunakan dana Penambahan Modal Negara (PNM) yang bersumber dari Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB). Untuk mendukung pencapaian bauran energi nasional, PT Geo Dipa Energi fokus pada pengembangan Unit Dieng dan Patuha yang memiliki potensi hingga 800 MW dengan total investasi sekitar Rp 25,6 triliun hingga 2032.

Menurut Rofik, Komisi VII sangat mendukung pengembangan kapasitas produksi listrik tenaga panas bumi seperti di negara-negara lain. "Kami memberikan perhatian khusus terkait pengembangan energi baru dan terbarukan di tanah air, termasuk potensi panas bumi di Dieng yang diperikrakan mencapai 400 MW. Apalagi, PLTP Dieng masuk Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik tahun 2018 sampai 2027," katanya.

Sehingga, pemanfaatan energi panas bumi harus dimaksimalkan, sejalan dengan tujuan bangsa kita agar mampu mencapai kemandirian energi nasional.

Dikatakan pula, energi panas bumi sebagai energi terbarukan dapat menggantikan peran energi fosil yang cadangannya terus menurun dari waktu ke waktu. Sementara pada saat yang sama, wilayah Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. "Ini merupakan eneri masa depan yang sangat ramah lingkungan dan mengurangi emisi gas karbon," katanya. (Mad)

 

 

BERITA REKOMENDASI