Komunitas Pecinta Reptil Edukasi Warga Purbalingga Soal Ular

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Akhir-akhir ini, warga di berbagai belahan Indonesia dihebohkan oleh penampakan ular-ular di rumah atau permukiman. Fenomena alam yang sebenarnya biasa itu memunculkan isu teror ular.

Atas maraknya ular masuk ke permukiman, sebuah komunitas pecinta reptil di Purbalingga, berkeliling melakukan sosialisasi kepada warga tentang ular. Dari mulai mengenali berbagai jenis ular hingga cara menangkapnya. Diharapkan hal ini bisa membuat warga terhindar dari bahaya serangan ular.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, berencana memetakan kebutuhan serum anti bisa ular. Langkah ini dilakukan setelah bermunculan ular dekat tempat tinggal warga di sejumlah daerah.

“Vaksin ular kan individual. Tergantung daerahnya, daerah mana yang paling butuh, kami dorong,” kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Jakarta, pekan lalu.

Akhir-akhir ini kemunculan ular di permukiman warga, terjadi di sejumlah daerah. Bahkan  di Jakarta  jugamuncul. Suku Dinas Penanggulangan  Kebakaran dan Penyelamatan Sektor Pasar  Minggu pada  Kamis lalumengevakuasi satu ekor induk ular kobra di Jeruk Purut, Cilandak Timur.

Ular ini ditemukan di atas laci warung seorang warga. Total ada delapan anak ular kobra dan satuinduk kobra sudah dievakuasi dari permukiman warga diPasar Minggu. Sejauh ini ada beberapa rumah sakit di Jakarta yang memang menyediakan serum antibisa ular, termasuk RSUPN Cipto Mangunkusumo, RSPAD Gatot Subroto, RSUD Tarakan, dan RS Islam Cempaka Putih di Jakarta Pusat.

Layanan serum anti bisa ular juga  tersedia di RSPI Sulianti Saroso dan RS Pantai Indah Kapuk (Jakarta Utara), RSUD  Cengkareng dan RS  Mitra Keluarga Kalideres (Jakarta Barat), RSUP Fatmawati, RSUD Pasar Minggu, RSUD Jati Padang dan RS Suyoto (Jakarta Selatan), dan RSUD Kepulauan Seribu di Kepulauan Seribu.(*)

 

BERITA REKOMENDASI