Korban Serangan Celeng Bertambah Jadi Lima Orang

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Tim gabungan yang terdiri anggota Polri, Perbakin, Tagana, BPBD Banyumas masih melakukan pemburuan terhadap grombolan celeng hutan Gunung Slamet di sekitar Desa Windujaya dan Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Jumat (05/07/2019). Sebelumnya celeng atau babi hutan ini menyerang empat warga dimana satu orang diataranya meninggal. Namun hari ini dilaporkan warga atas nama Waisah (50) yang tinggal di Desa Windujaya juga menjadi korban sehingga keseluruhan warga yang diserang amukan celeng menjadi lima orang.

"Tim gabungan terus akan memburu celeng yang menyerang warga dan tanaman milik petani," kata Koordinator Tagana Banyumas, Ady Candra kepada KRJOGJA.com.

Baca juga :

Celeng Gunung Slamet Ngamuk, 4 Warga Terluka
Innalilahi..Korban Srudukan Celeng Gunung Slamet Meninggal

Pasca serangan celeng yang ganas membuat warga di dua desa dibuat cemas jika sewaktu-waktu babi hutan tersebut tiba-tiba datang menyerang kembali. Menurut warga setempat kemunculan babi hutan yang menyerang dapat disebabkan berbagai masalah.

Kepala Dusun (Kadus) II Desa Windujaya, Amin Mustofa mengatakan jika babi hutan tersebut menyerang manusia diduga karena dalam posisi terdesak atau terancam, kemudian stok makanan di hutan menipis akibat dampat musim kemarau dan yang ketiga sedang musim kawin jadi babi hutan lebih agresif. Amin menambahkan biasanya celeng atau babi hutan  turun ke pemukiman warga ke kebun dan sawah milik warga hanya mencari makanan dan merusaknya.

Namun untuk penyerangan terhadap warga secara brutal dan ganas baru terjadi kali ini. Anehnya lagi babi hutan biasan merusak tanaman dan memakannya pada malam hari, namun yang terjadi saat ini pada siang hari.

Kapolsek Kedungbanteng, AKP Priyono mengatakan pencarian dan perburuan babi hutan yang menyerang lima warga hingga saat ini masih terus dilakukan. Perburuan babi hutan kemarin hasilnya nihil.

"Kami sempat menurunkan anjing berburu. Hari ini dilanjutkan kembali. Rencananya dari  Perbakin akan melaksanakan perburuan pada hari minggu 7 juli 2019 jam 08.00 WIB," kata Priyono. (Dri)

BERITA REKOMENDASI