KPU Purbalingga Dinilai Tidak Konsisten

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga dinilai tidak konsisten dalam pelaksanaan debat pasangan calon (Paslon) bupati nomor 01 Muhammad Sulhan Fauzi – Zaini Makarim (Oji – Jeni) dan paslon 02 Dyah Hayuning Pratiwi – Sudono (Tiwi – Dono)
pada Rabu malam (25/11/2020). Satu diantara, adanya pelanggaran oleh salah satu paslon yang dibiarkan.

“KPU membatasi hanya empat orang tim dari masing-masing paslon boleh masuk ruangan debat. Tapi faktanya dari tim paslon sebelah ada lebih dari empat orang,” tutur Ketua DPC Purbalingga, Bambang Irawan, usai menyaksikan debat paslon bupati di aula KPU, Rabu malam.

Ketua partai pengusung paslon nomor 02 itu juga menilai KPU ceroboh. Aturan debat melarang paslon membawa atau mengeluarkan alat peraga kampanye (APK). Tetapi, saat jalannya acara, Paslon nomor urut 01 mengeluarkan dan menunjukan kartu dari program kerja mereka. “Yang itu juga dibiarkan,” ujarnya.

Padahal, lanjut Bambang, sesuai rekomendasi Bawaslu kartu itu sudah termasuk pelanggaran. Persoalan itu sudah dilaporkan beberapa waktu lalu ke Bawaslu.

Bawaslu sudah memberikan rekomendasi kepada KPU untuk ditindaklanjuti. Tapi belum ada tindakan apapun dari KPU. “Kami berharap Purbalingga harus berdemokrasi dengan baik dan bermartabat. Regulasi harus dijalankan,” tegasnya.

Belasan wartawan yang meliput debat belum bisa mengkonfirmasi ke pihak KPU. Usai acara, komisioner dan staf KPU sibuk berfoto. Merasa tidak digubris, awak media yang sudah menunggu untuk wawancara meninggalkan lokasi. (Rus)

BERITA REKOMENDASI